Swear it Again


Intro |A E |D    |

Verse 1
        A                           E
I Wanna Know whoever told you i was letting go
                            Gadd9
Of The Only Joy that i have ever known
     D/F#
girl they were lying
           A
just look around
                                E
and all of the poeple that we used to know, 
                              Gadd9
have just given up the wanna let it go
                D
but we're still trying

Bridge 1
    Bm                  Bm (maj7)
So you should know this love we share
     BM7/A         E
was never made to die
                A
I'm glad we're on this one way street
     E       D       E       A
Just you and I, just you and i

Chorus 1
                       F#m                                D
I'm never gonna say goodbye, cause i never wanna see you cry
                               G              E                         A
I swore to you my love would remean and i'd swear it all over again and I
                          F#m                             D
I'm never gonna treat you bad, cos i never wanna see you sad
                                     G              E                 A
i swore to share your joys and your pain, and i'd swear it all over again
     E      D
all over again

               A                              E
Some poeple say that everything has got its place and time 
                           Gadd9                      D
and even the day must give way to the night, but i'm not buying 
                A                           E
cos in your eyes i see i love that burns eternally 
                                 Gadd9               D
and if you see how bueatiful you are to me, you'll know i'm not lying

                 Bm             Bm (maj7)
Sure there'll be times we wanna say goodbye
     BM7/A       E
But even if we tried
          A                   E
There are some things in this life
           D         E     A
wont be denied, wont be denied

                       F#m                                D
I'm never gonna say goodbye, cause i never wanna see you cry
                               G              E                         A
I swore to you my love would remean and i'd swear it all over again and I
                          F#m                             D
I'm never gonna treat you bad, cos i never wanna see you sad
                                     G              E                 Bm
i swore to share your joys and your pain, and i'd swear it all over again

     A/C#          D                             Bm
The more i know of you is the more i know i love you 
         A/C#          D                                 Bm
and the more that i'm sure i want you forever and ever more 
         A/C#           D          B/D#         E
and the more that you love me the more that i know 
                                                            A
oh that i'm never gonna let you go, gotta let you know that i

                       F#m                                D
I'm never gonna say goodbye, cause i never wanna see you cry
                               G              E                         A
I swore to you my love would remean and i'd swear it all over again and I
                          F#m                             D
I'm never gonna treat you bad, cos i never wanna see you sad
                                     G              E                 A
i swore to share your joys and your pain, and i'd swear it all over again
     E      D
all over again

A   E        D
all over again
                           A
and i'd swear it all over again
Ditulis dalam Lyric and Chords

BIMBINGAN KARIR


BAB I

BIMBINGAN KARIR DI PENDIDIKAN TINGGI

(Perguruan Tinggi)

  1. I. PENDAHULUAN

Masa usia 18-25 tahun merupakan tahapan usia dewasa awal dimana mereka telah memahami arti kehidupan yang sesungguhnya dan orang tua mulai memberi lebih banyak peluang bagi mereka dalam mengambil keputusan pada setiap permasalahan yang juga bersifat lebih kompleks.

Pada umumnya terdapat dua permasalahan besar yaitu melanjutkan studi di jenjang perguruan tinggi atau langsung kerja. Keputusan tersebut tergantung pada tingkat kemampuan intelektual yang telah diperolehnya setelah menyelesaikan SMU. Sanggupkah ia melanjutkan studi dan mampu lulus UMPTN?. Bila tidak, keputusan lainnya adalah tergantung pada kemampuan ekonomi keluarga untuk mendukungnya masuk ke perguruan tinggi dengan biaya tinggi dan berkelanjutan hingga selesai studi.

Bagi pada dewasa awal yang berkesempatan meneruskan studi ke perguruan tinggi, mereka dihadapkan pada tantangan mewujudkan potensi intelektualnya ke tingkat pendidikan:

  1. yang mempersiapkan mereka “semi professional working skills” (untuk program D2, D3 atau politeknik)
  2. yang mempersiapkan mereka “professional working skills” (untuk program S1)

Hingga mereka memperoleh keahlian khusus dalam bekerja sesuai dengan fakultas/jurusan yang telah diperolehnya.

Keaktifan mahasiswa diorganisasi kemahasiswaan/ekstra kurikulum akan juga memberi andil terhadap kompetensi personal dan sosialnya dan diwujudkan dalam “human/communication skills” dalam proses kerja kelak atau dan hidup bermasyarakat.

II. PERKEMBANGAN KOGNITIF

Potensi intelegensi pada usia SMU merupakan kondisi pencapaian puncak tertinggi dari IQ. Bila seseorang mampu merealisasikannya dengan baik maka pada usia dewasa awal (mahasiswa) akan mempermudah dirinya untuk mewujudkannya lebih lanjut dalam proses perkuliahan. Pengembangan aspek kognitif mahasiswa terlihat pada:

  • Kemampuan berpikir tinggi, bernalar secara kritis, logis dan kreatif
  • Kemampuan berpikir abstrak terhadap kenyataan kongkrit dari masalah yang dihadapinya dalam perkuliahan
  • Berpikir hipotesis deduktif atau berpikir ilmiah
  • Pengembangan meta kognisi dengan pAndangan global terhadap permasalahan yang dihadapi
  • Berpikir epistemologis yang bersifat integrasi potensi

Mahasiswa mampu mengendalikan pikirannya dengan cakrawala pAndangan yang relatif lebih luas sehingga mereka mamiliki potensi mental yang tinggi dan potensi emosi yang memadai sebagai seorang yang idealis.

III. PERKEMBANGAN SOSIO EMOSIONAL

Seseorang yang dapat menikmati pendidikan tinggi mempunyai kebanggaan diri dan kepercayaan diri dalam bergaul terbanding mereka yang tidak punya kesempatan melanjutkan studi.

Teman-teman sebaya di perkuliahan akan mengembangkan potensi sosial mereka. Proses pembelajaran di perkuliahan yang aktif dan kreatif juga dapat menampung keberaian sosila mereka dalam brinteraksi sosial di masyarakat. Keaktifan berorganiasasi pada kegiatan ekstra kurikuler (intra organisasi kemahasiswaan) juga dapat mengembangkan kepemimpinannya dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki multi budaya dan tiap budaya memiliki karakteristeik tertentu yang berbeda dengan yang lain dan yang mempersatukannya adalah falsafah hidup Pancasila. Namun demikian pola budaya tertentu akan berpengaruh pada gaya hidup dan nilai-nilai kehidupan pribadi seseorang dan cara menampilkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesadaran diri remaja akan potensi daerah dimana mereka berasal dan bermukim akan sangat berpengaruh pada keinginan untuk membanguan daerahnya di era pengambangan otonomi daerah di awal abad 21 ini.

Gambaran kehidupan mengenal lawan jenis, akrab dan menjalin hubungan ke arah jenjang perkawinan serta mempersiapkan diri untuk bekerja sesudah menamatkan studi di perguruan tinggi menjadi target dan sekaligus tantangan bagi perencanaan kehidupan masa depan mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki “coping skills“ yaitu kemampuan memecahkan masalah untuk menghadapi tantangan yang datang dini dan lingkungannya.

IV. PERKEMBANGAN KARIR

Tahap perkembangan karir bagi mahasiswa di usia dewasa awal merupakan tahapan yang bukan lagi tentatif tapi realistis. Mahasiswa tetap bersikap eksploratif tetapi sasarannya lebih mengarah tajam dan realistis pada karir yang ingin dicapai sesuai dengan jurusan studi di perguruan tinggi.

Misalnya, mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi jelas sasarannya untuk menjadi seorang akuntan yang kelak bekerja di perusahaan.

  • Mahasiswa fakultas farmasi akan bekerja di perusahaan yang memproduksi obat-obatan atau sebagai apoteker
  • Mahasiswa fakultas ilmu komputer akan bekerja sebagai programer komputer spesialis dokumentasi teknis, spesialis CAD, dsb

Variasi pilihan kerja akan tergantung pada minatnya selain keahlian di bidangnya. Misalnya, seorang sarjana hukum tidak harus selalu menjadi hakim, jaksa atau pengacara. Bila ia lebih menguasai hukum ketatanegaraan maka ia bisa bekerja di Pemda atau Depdagri. Bila ia lebih menguasai hukum dagang ia dapat berkiprah kerja diperbankan atau industri manufaktur.

Oleh karena itu para mahasiswa dalam proses belajar tetap mempelajari secara ekspolatif berbagai peluang kerja yang bersifat realistis untuk menghindari kemungkinan pengangguran. Bila mahasiswa kurang belajar dengan motivasi maka resiko yang akan dialami setelah lulus adalah sulit bersaing merebut peluang kerja.

Mahasiswa pria dan wanita pada hakekatnya mempunyai peluang yang sama untuk mewujudkan cita-cita karirnya tetapi bagi wanita masih memerluakan pertimbangan lain yiatu menjadi wanita pekerja (wanita karir) yang menunda perkawinan atau kawin lebih dulu baru bekerja bila diizinkan suami, atau sama-sama bekerja dengan suami. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan karir di perguruan tinggi yaitu:

  • Keserasian pengambangan potensi akademik yang maksimal dan pengambangan sosio emosional yang mantap agar dapat menunjang kesiapan bekerja dan berkeluarga
  • Konsistensi dalam melakukan tugas dan tanggung jawab perkuliahan untuk melatih tanggung jawab dalam proses kerja
  • Mengikuti perkembangan informasi IPTEK yang berkenaan perkembangan bidang studi serta kematapan iman dan takwa
  • Melatih kemampuan meneliti dan membaca berbagai literatur agar wawasan keahlian yang dimiliki menjadi mantap apalagi bila sering terlibat dalam seminar atau lokakarya
  • Berkonsultasi dengan penasehat akademis terhadap berbagai kemungkinan hambatan pribadi dan akademis
  1. IV. PERAN KONSELOR PERGURUAN TINGGI

Beberapa pendekatan yang dikembangkan oleh konselor untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan perencanaan karir mahasiswa diperguruan tinggi yaitu:

  • Penyelenggaraan seminar, lokakarya, kursus sebagai pengalaman pembelajaran yang menunjang perencanaan karir
  • Penyelanggaraan konseling kelompok untuk memperlancar perkembangan pribadi dan karir
  • Penyelenggaraan konseling individu terhadap permasalahan pribadi mahasisiwa
  • Simulasi program penempatan kerja

VI. PENYELENGGARAAN SEMINAR, WORKSHOP DAN KURSUS

Upaya untuk mempopularitaskan bimbingan karir bagi para mahasiswa, dosen konselor dan para penasihat akademis dapat berekrja sama menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk seminar, workshop atau kursus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa jurusan dengan topik misalnya PEMAHAMAN DIRI yang akan terarahkan pada kemampuan mahasiswa memahami nilai, minat, bakat dan sifat serta perilaku khusus dan pengaruh lingkungan. Contoh :

  1. PEMAHAMAN DIRI DALAM KARIR

Sesi 1 : Presentasi diri yang menggambarkan konsep diri yang mencakup

sifat, sikap, perasaan dan potensi diri

Sesi 2 : Presentasi diri yang mengungkapkan konsep diri ideal (ideal self

future) atau “Saya ingin menjadi apa dan siapa kelak”

Sesi 3 : Penelaahan terhadap kekuatan dan kelemahan selama ini yang

dihadapai untuk mencapai konsep diri yang ideal tersebut

Sesi 4 : Pengambilan keputusan untuk memaksimalkan diri dan

meminimalkan hambatan

Peran konselor sebagai moderator.

  1. ARAH JURUSAN / PROGRAM STUDI TERHADAP PERENCANAAN  KARIR PROFESI
  2. KURSUS / PRAKTEK MATA KULIAH YANG DIANGGAP SULIT OLEH MAHASISWA (diselenggarakan oleh mahasiswa senior dan asisten dosen)

VII. KONSELING KEMLOMPOK

Mencakup berbagai permasalahan yang berkembang melalui survey terbatas.

Bentuk 1 : Fokus pada klarifikasi masalah dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi keraguan, kecemasan atau ketidakpastian

Bentuk 2 : Fokus keahlian dalam mengambil keputusan

Bentuk 3 : Fokus pola karir dan kematangan karir

Bentuk 4 : Fokus konsep diri dalam karir

VIII. PROGRAM BIMBINGAN KARIR DENGAN PENDEKATAN KELOMPOK DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA

  • Layanan informasi dan orientasi dengan materi bimbingan ”Arah Mata Kuliah terhadap Keahlian Kerja (Work Skill)“
  • Layanan bimbingan kelompok dengan materi bimbingan ”Cara Mengikuti Perkuliahan Secara Efektif“
  • Simposium ”Perkembangan Karir Dalam Proses Kerja“ dengan menampilkan praktisi lapangan (alumni yang mempunyai keberhasilan karir) dengan topik khusus yang berbeda-beda. Misalnya, pembicara 1 tentang relevansi keahlian akademis terhadap keahlian kerja, pembicara 2 tentang proses penempatan kerja, pembicara 3 tentang hubungan kerja dan kepuasan kerja, dengan moderator dosen konselor.
  • Simposium ”Kiat Keberhasilan Dalam PPL / Kiliah Kerja Nyata / Magang Kerja“

TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KARIR DI SMK

  • Karakteristik kurikulum di SMK dan tujuan institusional SMK (jenis-jenis SMK)
  • Arah mata pelajaran terhadap kesiapan keterampilan kerja
  • Pendidikan sistem gAnda
  • Pembentukan dari pengembangan karakteristik siswa SMK untuk mencapai kualitas siap kerja
  • Perkembangan kognitif dan kepribadian siswa SMK
  • Ruang lingkup bimbingan karir kejuruan di SMK
  • Model terpadu bidang bimbingan di SMK
  • Budaya industri dalam proses pembelajaran terhadap keterampilan kerja
  • Keterampilan dan sikap kerja profesional
  • Uji kompetensi sebagai evaluasi kualitas keterampilan kerja
  • Persiapan diri untuk mengikuti praktek PSG (praktek lapangan)
  • Kecerdasan emosional dalam proses kerja
  • Hubungan antar pribadi dalam proses kerja
  • Peran konseling karir terhadap masalah karir

TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KARIR DI PERGURUAN TINGGI

  • Konsep diri ideal mahasiswa
  • Arah jurusan / program studi terhadap perencanaan karir profesi
  • Hubungan kompetensi profesional dengan keahlian kerja
  • Hubungan kompetensi sosial dengan keahlian dalam menjalin hubungan kerja
  • Perkembangan karir dalam proses kerja
  • Proses penempatan kerja
  • Eksistensi jurusan terhadap kesempatan kerja pada lingkup potensi otonomi daerah
  • Hubungan kerja di bidang kerja / jasa
  • Kepuasan kerja sesuai dengan target profesi jurusan
  • Analisa jabatan terhadap alternative kesempatan kerja target jurusan
  • Tingkat jabatan semi profesional dan profesional dan managerial
  • Manfaat konseling karir

RAMUAN POKOK MENITI KARIR

PENDAHULUAN

Kita semua hidup dalam masyarakat besar dan tidak hidup sendiri-sendiri, maka sebagai anggota masyarakat kita harus menyesuaikan diri pada keadaan masyarakat tempat kita hidup. Penyesuaian diri ini dicirikan dengan mematuhi rambu-rambu seperti yang tertera dalam AGIP (singkatan dari adaptation atau adaptasi, goal setting atau menentukan tujuan, integration atau menyesuaikan diri atau berintegrasi dan pattern maintenance atau mempertahankan diri dari masyarakat tempat kita hidup (Pearson, Sosiology)

Di samping itu ciri penyesuaian diri yang serasi ditAndai dengan menggunakan teori komunikasi yaitu penyerasian antara yang berbicara dengan yang diajak bicara (communicator an communicate). Penyesuaian ini pada galibnya berupa apa yang disebut empathy (berasal dari kata endos dan pathos yang berarti suatu perasaan).

Dalam teori komunikasi menurut Berlo, antara komunikator dan komunikati harus menyesuaikan tingkah lakunya, budi bahasanya, lingkungan, status sosial dan sebagainya. Misalnya orang harus berpidato tentang kemiskinan, tetapi waktu berpidato ia memakai perhiasan-perhiasan yang menyolok dan mahal. Belum bahasa yang dipakai seperti orang berbicara di Gunungkidul ia menggunakan bahasa Inggris, dan lain-lain.

Dalam era globalisasi yang memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan yang ketat diperlukan tenaga kerja dengan kepribadian sosial yang dipunyai. Disamping memiliki profesionalitas yang tinggi atau dalam dunia pendidikan memiliki IQ yang tinggi harus pula memiliki EQ (emotional quotient) yang tinggi pula. Orang-orang yang sukses dalam kehidupan tidak saja hebat dalam arti akademiknya tetapi baik pula dalam hubungan dengan sesamanya. Untuk dapat berinteraksi dengan baik dengan sesame, selain memiliki kecerdasan emosional yang baik perlu mempunyai bekal sopan santun kapan dan dimana saja.

Bekal sopan santun dapat menunjang orang dalam menghadapi / mencari lapangan kerja, sebagai contoh jika ada sebuah lowongan pekerjaan yang didatangi pelamar lebih dari seseorang, maka sopan santun seorang dapat menjadi salah satu kriteria untuk memilih pelamar, karena itu bimbingan sopan satntun terutama yang berhubungan dengan ketenagakerjaan (karir) asangat diperlukan.

Dalam makalah ini berturut-turut akan dibicarakan tentang penampilan, sopan santun, dan kepribadian.

  1. A. PENAMPILAN

Dalam kita mengadakan komunikasi atau interaksi, pertama-tama kita akan saling melihat bagaimana penampilan kita. Ada penampilan yang simpatik ada yang tidak. Justru penampilannya menjengkelkan. Tentu saja yang diharapkan kita dapat berpenampilan yang baik di hadapan siap, kapan, dan dimana saja.

Ada dua jenis penampilan :

  1. Penampilan yang berorientasi pada fisik yang sering disebut performance
  2. Penampilan yang berorientasi pada psikis yang sering disebut appearance

Performance

Performance adalah penampilan seseorang yang dilihat dari segi fisik atau lahiriyah, meliputi : postur tubuh, bagaimana seseorang menggerakkan bagian-bagian tubuhnya, bagaimana dia berjalan, duduk, berdiri, menggerakkan anggota badan sewaktu berbicara dengan orang lain.

Tentu saja penampilan yang baik bila postur tubuh orang itu tidak kaku, melainkan luwes dan sopan dalam menggerakkan tubuhnya, enak dipAndang. Bagaimana orang itu berpakaian, menata rambut, dan menghias wajahnya. Semua itu dihias rapih dan serasi sesuai dengan kondisi tubuh dan wajahnya, yang sifatnya sangat individual. Jadi kita tidak dapat mengenakan pakaian, model rambut dan rias wajah seperti teman kita yang sebenarnya kondisi tubuh, warna kulit, bentuk wajah, dan jenis rambut yang berbeda. Kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang kita miliki. Kita tidak bisa sekedar meniru mode, yang kadang-kadang hanya karena ingin mengikuti mode sehingga penampilan kita tampak lucu dan kurang enak dipAndang. Dalam berpakaian perlu kita ingat segi moral, nilai dan agama, juga kesehatan.

Berkaitan dengan moral, nilai dan agama misalnya pakaian yang cukup sopan, tidak menonjolkan bagian-bagian tubuh yang merangsang (tanpa lengan, ketat sekali, belahan rok yang terlalu tinggi, dan sebagainya). Terlebih lagi penampilan kita bila kita sedang mempunyai keperluan menghadap seseorang dalam rangka melamar atau mencari kerja, atau sedang mengambil tes/wawancara untuk keperluan tersebut.

Segala gerak-gerik, penampilan maupun berbicara kita tidak luput dari proses penilaian, maka kita harus mempersiapkan diri sedemikian rupa. Dan yang paling tepat bila selama ini kita telah membiasakan berpenampilan baik dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam melakukan tes/wawancara dalam rangka melamar pekerjaan kita tidak akan canggung lagi. Semoga kita dapat berpenampilan wajar dan simpatik.

Appearence

Appearence juga berarti penampilan dan walaupun penampilan ini juga dapat diamati, namun appearence itu penampilan fisik yang merupakan pancaran dari situasi batin kejiwaan kita. Seseorang yang penyabar, tulus, jujur, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, dan sifat –sifat lain yang positif, akan nampak dari penampilan fisiknya (performance-nya). Sebaliknya seseorang yang tidak jujur akan telah dapat terlihat dari sorot matanya, seorang yang sombong akan kelihatan dari gerakan bibirnya dan gerakan wajah dan anggota badan yang lain. Cara berjalan orang yang sombong, kepala akan cenderung menghadap ke atas, dan menaikkan bibir sebelah ke atas atau kesamping. Orang itu biasanya mahal senyum.

Untuk kedua jenis penampilan tersebut (baik performance maupun appearence) bagi orang yang berparas baik (cantik/ganteng) belum tentu akan memiliki penampilan yang simpatik. Mungkin seseorang yang berparas biasa-biasa saja bahkan cenderung ke jelek, namun penampilannya wenawan hati siapa yang memAndang.

Sehingga bagi orang yang berparas kurang baik jangan berkecil hati tidak dapat tampil simpatik. Bagi orang yang akan melamar pekerjaan atau menghadapi pimpinan maupun teman-teman sejawat perlu menjaga penampilan diri yang memadai. Artinya :

Penampilan yang wajar dan tidak berlebihan/over acting, penampilan yang tidak dibuat-buat (berarti polos) tampilan pakaian yang serasi baik model dan warnanya, rias wajah yang tidak menyolok (juga norak). Penampilan perlu disesuaikan dengan waktu dan tempat. Sewaktu melamar pekerjaan adalah waktu dan tempat yang memerlukan penampilan yang mengesankan.

  1. B. SOPAN SANTUN

Manusia adalah makhluk berpikir atau Homo Sapiens, makhluk sosial atau Homo Sosialis serta makhluk bekerja atau Homo Faber. Dalam berinteraksi dengan sesama diperlukan norma, etika, tatakrama, moral, dan sebagainya, sehingga timbul tatanan kehidupan manusia, termasuk etika profesi dan sopan santun yang disepakati, termasuk dikelompok pekerjaan.

Tujuan sopan santun adalah : 1) menghormati orang lain, 2) tindak tanduk kita tidak menyinggung orang lain, 3) memberikan kesan yang menyenangkan, dan 4) tidak merugikan orang lain. Untuk bersopan santun dibutuhkan disiplin dan toleransi, dalam berkomunikasi dibutuhkan empathi, inferensi (mawas diri). Disamping itu sesuai dengan teori Maslow, salah satu kebutuhan manusia adalah penghargaan, oleh karena itu perlu selalu menghargai orang lain.

Berturut-turut akan dibicarakan mengenai berbagai macam sopan santun dalam meniti karir mulai dari waktu melamar dan bagaimana pergaulan dalam karir bersama serta sikap-sikap lain selama berkarir.

  1. Sopan Santun dalam surat menyurat (melamar, dan lain-lain)

Surat lamaran termasuk surat dinas harus diketik yang rapih dengan kertas khusus untuk surat dinas dan sampul panjang. Ketikan harus jelas, bersih teratur dengan bahasa yang sederhana. Format seperti 3 cm dari tepi kanan, 4 cm dari tepi kiri dan 4 cm dari tepi atas. Selanjutnya semuanya harus dikerjakan dengan tertib.

  1. Sopan Santun pada waktu wawancara

Pada waktu wawancara yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: Sikap hendaklah simpatik, misalnya sebelum dipersilahkan duduk tidak langsung duduk. Sebelum masuk ruangan pakailah fasilitas kesed, penampilan bersih ekspresi muka cerah, nada suara halus, melihat ke orang yang dihadapai, memilih kata-kata yang tepat, tidak gelisah dan percaya diri. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus sopan (misalnya jangan memasukkan tangan di saku dan sebagainya). Pada waktu bersalaman dengan sikap : tegas, hormat, bersahabat.

  1. Sopan Santun di tempat wawancara

a            Sikap dalam kedinasan

Hormatilah siapa saja, meskipun lebih muda. Kesukaran/ usul hendaklah disampaikan atasan langsung. Kurang pantas menyampaikan kesalahan orang lain, hanya sekadar untuk memperbaiki kedudukan sendiri. Tamu pribadi jangan diterima dikantor, kalau tidak perlu sekali. Waktunya dibatasi, jadi berbicara ”to the point“ saja.

b           Hubungan antara yunior dengan senior

Memberikan penghormatan professional dan menerima tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

c            Hubungan yunior dengan yunior

Saling menghormati, bekerja sama dan tidak meremehkan rekan lain, saling menyapa setiap bertemu dan tidak saling menjatuhkan, malahan saling melindungi sesama

d           Antara senior dengan yunior

Saling memberi informasi tentang peningkatan mutu profesinya, saling memberi dan menerima dan hubungan berlAndaskan butir-butir dalam pancasila.

Selanjutnya dalam hubungan antara senior dengan yunior, maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) memberi bimbingan dan pengarahan, 2) memberi contoh, 3) memberi dorongan, 4) menularkan ilmunya, 5) memberi kesempatan, 6) menghargai.

Agar supaya mendapat sukses dalam bergaul dikedinasan diperlukan : 1) berusaha supaya disukai orang, 2) menghargai pekerjaan orang lain, 3) menghindarkan permusuhan, 4) menarik dalam percakapan, 5) memberikan semangat, 6) jika mengkritik dengan hati-hati, 7) teknik berbicara baik dengan cara menjadi pendengar yang baik, tidak memborong pembicaraan, 8) gembira dalam kehidupan, 9) seperasaan, 10) menaruh perhatian kepada orang lain.

e            Menghargai waktu

Dalam kedinasan, mentaati disiplin waktu sangat diperlukan, jangan sampai membudayakan jam karet. Lebih baik datang 5 menit sebelum acara dimulai, termasuk menggunakan fasilitas telpon juga seperlunya kalau berbicara karena termasuk fasilitas untuk orang banyak.

f            Mengetahui pengetahuan protokoler

Dalam pengaturan kedinasan ada peraturan protokoler, misalnya pada pengaturan tempat duduk harus mengingat : 1) pangkat, 2) jabatan dan senioritas. Tempat duduk yang paling terhormat adalah dimuka sebelah kanan.

  1. C. KEPRIBADIAN

Dalam uraian ini akan meninjau kepribadian manusia pada umumnya dan kepribadian mahasiswa pada khususnya, terutama untuk pencari kerja.

  1. Pengertian

Kepribadian merupakan alih bahasa dari Personality, yang berasal dari kata persona (kedok, topeng). Kedok atau topeng dahulu merupakan alat yang dipakai oleh pemain sandiwara, pemain wayang orang sesuai dengan peran yang harus dilakukannya. Dengan menggunakan topeng itu pemain menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan perannya, misalnya topeng raksasa maka peran yang dilakukannya kasar, sedang peran ksatria dilakukan dengan tingkah laku yang halus. Demikian peran raja, putrid kedaton dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia sebenarnya mempunyai kedok/topeng yang bermcam-macam pula, tetapi hany berupa ekspresi wajah. Artinya apa yang terkandung di dalambatin/jiwa diekspresikan keluar lewat/ melalui wajah maupun tingkah lakunya. Cobalah, jika Anda sedang marah, cepat-cepatlah bercermin : apa yang nampak? Atau bila teman/kekasih/ibu/bapak – Anda sedang marah, apakah ada perubahan di wajahnya ? demikian pula jika sedang sedih, kehilangan sesuatu, tidak lulus dan sebagainya. Ternyata ekspresi wajah itu dapat berubah-ubah (banyak topeng) dan berganti-ganti sesuai dengan keadaan.

  1. Definisi Kepribadian

Dalam uraian ini akan disitir salah satu definisi sebagai berikut : menurut Witherington, kepribadian ialah keseluruhan tingkah laku seseorang yang diintegrasikan sebagai mana yang tampak pada orang lain. Jadi bukan yang melekat pada diri individu tetapi lebih merupakan hail perkembangan yang lama dalam lingkungan/kultur. Maka dapat diperinci sebagai berikut:

Kepribadian secara umum ialah kesan yang ditimbulkan oleh sifat-sifat lahiriah misalnya cara berbicara, berpakaian, dan sebagainya. Kepribadian secara khusus mempunyai arti khas, unik yang selamanya ada dalam individu tetapi tidak nampak pada observasi sepintas saja.

Untuk mengetahui kepribadian seseorang memerlukan waktu bergaul yang cukup lama sehingga terjadi perasaan bebas, misalnya waktu piknik, sebaliknya dalam waktu tertekan muncul prilaku yang selalu ditutupi, misalnya bicara kasar (jawa = misuh). Selain kepribadian akan lebih dimengerti dengan melakukan tes kepribadian secara ilmiah.

  1. Terbentuknya Kepribadian

Kepribadian menurut para ahli adalah potensi yang diturunkan/herediter, dengan kata lain disebut factor dasar. Dengan dipengaruhi oleh factor lingkungan, maka terbentuklah kepribadian masing-masing individu sesuai dengan situasi dan kondisinya.

Lingkungan yang ikut membentuk kepribadian disebut factor ajar secara luas, factor ajar yaitu baik berasal dari alam maupun dari lingkungan benda buatan manusia, yang sengaja membuat individu melakukan belajar, berpengalaman, maupun bereksperimen. Salah satu andil yang sangat besar untuk membentuk kepribadian adalah pendidikan yang dialami sejak dalam kandungan atau pra natal maupun setelah lahir atau post natal. Secara umum pendidikan dilakukan di dalam keluarga, di sekolah serta di dalam masyarakat. Pendidikan yang dialami individu dilaksanakan secara formal maupun secara nonformal. Pendidikan formal dilakukan di Taman Kanak-Kanan, di Sekolah Dasar, di Sekolah Menengah Pertama, dan di Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Umum serta tingkat Perguruan Tinggi.

  1. Kepribadian Mahasiswa

Mahasiswa pada umumnya telah mengenyam pendidikan bertahun-tahun lamanya, sejak dalam kandungan dan masa anak kecil dilanjutkan di pendidikan yang formal yaitu tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Tingkat Perguruan Tinggi. Maka sudah sepantasnya pribadinya mendekati kematangan, setidak-tidaknya menuju kematangan. Usia mahasiswa telah mencapai kematangan fisik, maka diharapkan agar mencapai kematangan psikis atau mentalnya serta sosialnya.

Andaikata belum mencapai kematangan yang sempurna masih banyak kesempatan menggunakan peluang untuk berusaha mencapai kedewasaan lahir batin dan kepribadian yang matang.

  1. Kepribadian Yang Matang

Manusia telah dianggap dewasa apabila telah mempunyai jiea/mental yang matang, selain fisik yang telah masak secara biologis. Keadaan ini sering disebut pula telah mempunyai kepribadian yang matang.

Para ahli mengidentifikasi cirri-ciri kematangan kepribadian atau kepribadian yang dianggap matang. Antara lain pendapat Anderson bahwa cirri-ciri itu sebagai berikut :

a      Berorientasi kepada tugas yang dikerjakan, tidak untuk kepentingan pribadi/ego

b      Tujuan-tujuan yang ingin di capai jelas, dapat didefinisikan secara cermat. Bekerja secara efisien dan terarah

c      Mengendalikan perasaan pribadi serta mempertimbangkan perasaan orang lain

d     Memiliki sikap objektif, berusaha mencapai keputusan sesuai dengan kenyataan

e      Menerima kritik dan saran faham bahwa dirinya tidak selalu benar dan membutuhkan peningkatan diri

f       Bertanggung jawab terhadap usaha pribadi namun memberi kesempatan orang lain untuk membanyunya.

g      Penyesuaian diri yang realistis terhadap situasi baru, memiliki ciri yang fleksibel dan menempatkan diri seirama dengan kenyataan.

Ciri-ciri tersebut hendaknya dimiliki oleh orang dewasa dalam hidup sehari-hari, dalam menjalankan tugas hidup bersama orang lain.

Mahasiswa harus masih melaksanakan tugasnya yaitu belajar secara akademik maupun dalam membentuk pribadinya. Jadi masih dalam proses kematangan. Mahasiswa juga menyiapkan diri sebagai pencari kerja sesuai dengan profesi yang ditekuni.

  1. Kesimpulan

Telah disebutkan bahwa manusia sejak lahir telah membawa potensi kepribadian yang diturunkan/diwariskan, namun dengan pengaruh dari lingkungan pribadi terbentuk dan diwarnai sesuai dengan kondisi yang ada. Mahasiswa masih dalam proses membentuk kepribadian dan melakukan tugas akademik serta bersiap diri mencari pekerjaan yang sesuai dengan profesi yang dimiliki. Untuk melancarkan usahanya perlu mendapat Bimbingan Karier dan Pelatiahn yang memadai.

BAB II

PELUANG MASA DEPAN DAN KESEMPATAN KERJA

  1. A. PENDAHULUAN
    1. Dunia sekarang ini yang dimotori oleh negara-negara maju sedang melangkah ke-abad 21, dengan berbagai problemnya masyarakat industri sedang dalam transformasi menuju ke masyarakat informasi Teknologi yang akan berhadapan langsung dengan ”High Technology“ yang menuntut bukan hanya bekerja lebih keras tetapi juga bekerja lebih cerdas (Alfin Toffler).
    2. Karena kemajuan jaringan komunikasi yang didukung oleh teknologi tinggi, dunia ini akan menjadi semakin kecil dan sempit. Batas wilayah pemerintahan dan negara menjadi semakin tidak jelas, perekonomian lokal, nasional, regional akan berubah dengan sangat cepat menjadi perekonomian global. Saling ketergantungan anatr negara akan menjadi ciri utama pada masyarakat dunia pada abad yang sebentar lagi akan kita alami bersama.
    3. Segala bentuk Sentralisasi sesuai dengan tantangan perkembngan lingkungannya akan berubah menjadi Desentrealisasi, Kelembagaan akan menjadi Swakarsa, Hirarchi akan berubah menjadi Network, Pilihan Tunggal dan Terbatas akan ditinggalkan orang karena masyarakat akan selalu menuntut adanya Banyak Pilihan dan Banyak alternatif.
    4. Informasi akan menerjang ke segenap penjuru, disukai atau tidak, informasi akan merasuk lingkungan kehidupan manusia tanpa dapat dibatasi baik oleh ruang maupun oleh batas waktu. Tidak ada satu negarapun yang mampu untuk melindungi warganegaranya dari intervensi informasi yang masuk melalui berbagai media.
    5. Manusia akan terseleksi secara alamiah, apakah akan terpuruk menjadi kelompok yang tersisih atau masuk ke dalam kelompok yang eksis.
  1. B. PELUANG BISNIS DAN PELUANG KERJA DENGAN MENGEMBANGKAN POTENSI EKONOMI KERAKYATAN
    1. Yang dimaksud potensi adalah segala sesuatu yang dimiliki tetapi belum diaktualisir, dengan demikian dapat berupa Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Keuangan atau juga sumber ”pasar“.
    2. Harus dipilih potensi yang paling mudah dan murah untuk dijadikan kekuatan nyata, karena itu harus dilakukan identifikasi potensi yang ada berupa infentarisasi dan klasifikasi
    3. Pada tahap awal, harus dihindari kebiasaan untuk berfikir ” apa yang seharusnya“, ”yang paling baik“, ”paling ideal“, tetapi dibiasakan unruk berfikir ”apa yang paling mungkin dapat segera dilakukan“, ”yang paling mungkin segera dilaksanakan“, dengan tetap melakukan proses inovasi
    4. Kemampuan menampung tanaga kerja disektor ekonomi rakyat apabila dikembangkan dan mendapat perhatian bersama, adalah sangat besar, karena banyak yang bersifat padat karya
    5. Industri perakitan elektronik kebutuhan publik, repair & maintenance, aplikasi teknologi sederhana, aplikasi teknologi tepat guna, apabila ditekuni memiliki prospek yang sangat cerah karena ”pasr“ di dalam negeri memang sangat besar
    6. Contoh berbagai kasus usaha kecil dan gerakan koperasi di Indonesia dan di Luar Negeri membangun kekuatan dengan mengembangkan potensi lingkungannya, potensi anggota koperasinya, sebagai berikut : (dialog).
  1. C. MEMANFAATKAN DAN MENGEMBANGKAN KEKUATAN JARINGAN
  1. Mengikuti dan terlibat dalam jaringan (networking) pada dasarnya adalah satu sikap pilihan untuk maju secara bersama-sama. Karena itu sikap saling mendukung, saling membesarkan, saling menguntungkan dan saling menghidupi harus menjadi prinsip dan pedoman kerjasaman dan persekutuan jaringan (networking colaboration)
  2. Kekuatan Jaringan Kerja (networking power) pada akhir-akhir ini sudah terbukti mampu memecahkan problem pemasaran di dunia ketiga, khususnya di Indonesia, hal ini terlihat dengan eksisinya model-model ”multi level marketing“. Model ini menjadi berkembang dengan pesat karena terasa adanya unsur keadilan dalam pembagian resiko dan keuntungan, adanya penghematan sumberdaya, dan efektifitas pencapaian sasaran
  3. Contoh berbagai kasus keberhasilan usaha kecil dan gerakan koperasi yang memanfaatkan dan mengembangkan jaringan usaha kecil dan koperasi di Indonesia dan Koperasi di luar negeri : (dialog)
  1. D. MENGEMBANGKAN MODEL PEMILIKAN MODAL BERSAMA (MMPMB)
  1. Model ini adalah terjemahan atau pengembangan dari konsep ”redistribusi asset“
  2. Karena asset yang harus dimiliki oleh suatu usaha cukup besar nilainya maka agar dapat terjangkau oleh kekuatan usaha kecil, maka asset tersebut didistribusi pemilikannya
  3. Modal usaha yang besar pada usaha yang prospektif, dibagi dalam sejumlah besar saham, kemudian ditawarkan dengan nominal kecil sehingga dapat dimiliki oleh pribadi / pemodal kecil
  4. Mengembangkan model ”go publik“ terbatas dilingkungan gerakan koperasi dan usaha kecil
  5. Mengumpulkan usaha kecil dengan mengumpulkan modal untuk mencapai tingkat usaha menengah dan besar
  6. Mengumpulkan usaha menengah dengan penggabungan usaha sehingga dapat menjadi usaha konglomerasi, yang lebih efisien dengan menjadi bagian dari jaringan kegiatan usaha kecil dan menengah
  7. Berbeda dengan model-model yang selama ini kita kenal yang orientasinya pada kekuatan finansial, model ini lebih bersifat komprehensif. Faktor SDM harus tetap lebih mendapat perhatian, meskipun dengan pertimbangan yang rasional
  8. Pemilikan modal bukan hanya dilihat faktor konstribusinya secara financial, tetapi lebih dititik beratkan untuk pengembangan kekuatan pasar, kaderisasi usaha nasional, pengembangan SDM dan fungsi-fungsi non financial lainnya
  9. Pertumbuhan usaha adalah ”akibat“, tidak boleh dijadikan ”sebab“, karena akan mengakibatkan sikap ”tujuan menghalalkan cara“ yang harus kita hindari secara bersama-sama.

BAB III

JANGAN ABAIKAN ETIKET

Memang, sejak jaman dulu sampai sekarang, saat jaman semakin penuh keterbukaan dan vulgar, ’etiket’ tetap diperlukan dalam pergaulan dimanapun. Etiket tetap dibutuhkan untuk menjaga sikap dan perilaku Anda dari hal-hal yang ”tidak pantas”. Karena etiket pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan dalam pergaulan agar semua pihak merasa nyaman.

Orang yang tidak mempedulikan etiket, biasanya menganggap etiket merupakan suatu stribut yang merepotkan hidup. Makanya orang yang tidak tahu ’etika’ umumnya bertingkah seenaknya, tidak tahu sopan santun, dan bicara semaunya. Mereka yang tidak mengenal etika merasa tidak perlu menghargai keberadaan orang lain dan menjalani hidup ini berdasarkan peraturan yang dibuatnya sendiri. Jadi nggak heran, mereka yang tidak tahu etika kerap disebut orang yang tak ’beradab’. Mereka yang tidak tahu etika tidak akan disukai dalam pergaulan, kecuali dalam pergaulan yang menganut lairan yang sama.

Dalam pergaulan dikantor, etiket mutlak diperlukan. Karena tentu saja lingkup pergaulan dikantor berbeda dengan pergaulan Anda di masyarakat atau di rumah. Di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap kepantasan seseorang dikator. Seakrab dan sedekat apapun hubungan Anda dengan rekan-rekan di kantor, Andapun tetap harus mengenal etiket. Misalnya Anda tetap harus memanggil embel-embel ’mas’ atau ’mbak’ kepada rekan kerja yang lebih tua. Sebutan ’bu’ atau ’pak’ juga wajib Anda ucapkan kalau memanggil bos atau atasan Anda, kecuali jika bos Anda tidak keberatan hanya dipanggil namanya. Minta ijin terlebih dahulu ketika masuk keruangan teman kerja Anda juga termasuk dalam etiket bergaul.

Begitu juga dalam berpakaian. Tentu, cara berbusana pada jamuan bisnis berbeda dengan cara berbusana ketempat hiburan seperti ke pantai. Jadi kesimpulannya etiket adalah pengetahuan yang mengatur oantas atau tidaknya Anda dalam segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antar manusia. Dan makin tinggi kedudukan atau posisi seseorang makin tinggi pula tuntutan untuk menjunjung etiket. Karena semakin tinggi posisi seseorang semakin luas pula lingkup pergaulannya. Sehingga mengharuskan ia mengetahui dan memahami etiket lebih dalam, sebagai modal pergaulannya.

Orang dengan kedudukan, posisi, dan jabatan yang tinggi, pergaulannya tidak terbatas pada keluarga, teman, dan masyarakat semata, tetapi biasanya sudah kepada urusan yang berbau bisnis. Dengan etiket yang baik, konon bias memperlancar urusan bisnis. Karena diantaranya etiket juga mengatur tata cara pertemuan bisnis, jamuan bisnis, dan tata cara melobi seseorang dan menjalin hubungan dengan klien.

Pendek kata, dengan etiket anda lebih mudah menyesuaikan diri dalam segala ’cuaca’. Dengan pengetahuan etikrt yang memadai, anda akan merasa lebih nyaman berada dalam pergaulan dimanapun dan dengan siapapun. Dengan demikian, anda tidak akan salah sikap, tiak salah tingkah dan mudah menyesuaikan diri, baik dalam hubungan pertemanan biasa, mauapundalam hubungan dan transaksi bisnis.

Anda yang bekerja di bidang jasa komersial seperti penerbangan, hotel, travel dan perbankan, etiket sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, jasa layanan kesehatan juga tak luput dari etiket. Coba saja anda lihat, seorang dokter praktek yang tahu etiket, misalnya selalu ramah kepada pasien, membuat pasien merasa betah dan nyaman. Akibatnya, dokter itu selalu kebanjiran pasien. Atau seorang pengusaha salon yang selalu melayani pelanggannya dengan baik, sudah pasti memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Jadi, selain membuat anda disukai dalam pergaulan, etiket juga dapat mendatangkan keuntungan lain dalam hidup anda.

Makanya kalau anda ingin menjadi orang yang disegani dikantor di mana-mana, jangan mengabaikan etiket. Tetapi kalau anda bertahan tanpa etiket, siap-siap aja nggak punya teman dan dikucilkan dari pergaulan.

KENALI ETIKET DI LINGKUNGAN KERJA

Dimanapun anda berada, anda tidak bisa melupakan etiket. Etiket atau sopan santun atu tata krama atau apalah namanya, pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan seseorang dalam bergaul agar semua merasa nyaman. Meskipun jaman sudah semakin edan dan vulgar, etiket tetap dipertahankan dalam interaksi dimanapun dan kapanpun anda berada.

Etiket bukan hanya mengatur kepantasan anda bersantap di meja makan, namun meliputi berbagai aspek kehidupan. Mulai dari cara menelepon, berkenalan, berbicara, bertamu, menjamu relasi bisnis sampai tata cara mengendarai mobil di jalan raya. Tentu saja, di kator anda harus mematuhi etiket. Semakin anda beretiket di kantor maka semain baik performa kerja dan profesionlitas anda.

Meskipun pada dasarnya etiket itu sama, namun etiket di lingkungan kerja lebih kompleks sifatnya. Banyak hal yang harus anda cermati, karena di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap anda di kantor. Nah kalu anda mau sukses berinteraksi dan disegani di kantor, ketahuinya dulu etiketnya.

Pahami dan hormati budaya perusahaan. Bila anda sudah memahami budaya kerja perusahaan atau cooperate culture, mulai dari sikap kerja, cara berbusana yang biasa berlaku di perusahaan tersebut maka hormati dan ikuti aturan mainnya. Kalau tidak mematuhinya ya siap-siap saja di cap “tidak tahu etika”.

Hormati senior anda. Sudah sepatutnya anda menghormati senior anda. Umumnya senior berperan penting karena selain sudah berpengalaman ia juga bias membantu dan mendidik junior yang bergabung di perusahaan. Pelajari sikap dan perilaku senior anda (yang baik) dan sesuaikan sikap anda pada tiap jenjang. Sekalipun anda merasa lebih mampu, jangan sepelekan senior. Bagaimanapun tetap ada yang perlu anda serap dari senior anda.

Jangan terlalu want to know. Sikap ingin tahu memang bagus dan perlu, tapi tentu saja yang berkaitan dengan masalah pekerjaan. Hindari sikap ingin tahu menenai urusan dan masalah pribadi orang lain. Berikan batasan yang jelas antra hubungan pribadi dan profesionalisme. Sikap kelewat “want to know” urusan pribadi orang lain akan mengganggu kinerja anda.

Hormati pendapat rekan kerja. Kenali perbedaan pandangan masing-masing rekan kerja anda dan jangan paksakan kehendak orang lain. Hormatilah setiap perbedaan yang ada. Yang penting perbedaan tersebut tidak sampai mengganggu stabilitas dan hubungan anda dengan rekan kerja. Justru dari perbedaan itu anda akan menemukan satu persamaan.

Penuhi tugas dan tanggung jawab kerja anda. Jangan sekalipun melimpahkan tugas anda kepada orang lain selama anda sanggup menyelesaikannya. Lagipula tentunya mereka telah memiliki tanggung jawab dan job deskripsi masing-masing. Seandainya anda ingin mendelegasikan tugas karena suatu hal, pastikan bahwa anda tidak mengganggu pekerjaannya. Demi keamanan, maka bicarakan dulu dengan rekan anda untuk mencapai solusi terbaik.

Sopan dengan semua rekan kerja. Bersikap sopan bukan hanya kepada atasan atau orang-orang yang anda anggap penting saja. Anda juga perlu menjada sopan santun kepada sesama rekan kerja maupun bawahan yang membantu kelancaran kerja anda. Anda harus bisa menghargai dan menghormati keberadaan seluruh personil di kantor anda.

Tidak aji mumpung. Jangan pernah mumpung di kantor. Misalnya dengan memanfaatkan peralatan kantor seenaknya atau menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Ingat, fasilitas yang diberikan oleh kantor harus anda manfaatkan untuk kepentingan kantor pula. Jabatan yang anda raihpun jangan sampai membuat anda “besar kepala“ dan semena-mena.

Nah bagaimana dengan anda? Sudahkan anda ber-etiket-ria di kantor? Yakin deh, dengan etiket anda akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam berbagai “cuaca“. Dengan pengetahuan dan bekal etiket yang anda miliki, anda merasa lebih nyaman dan mudah diterima dalam pergaulan di lingkungan manapun. So, kalau anda ingin disegani di kantor atau dimana saja, jangan abaikan etiket. Dampaknya tentu saja akan “memuluskan“ lajunya karir anda. Tapi kalau anda “nyeyel“ tidak mau beretiket di kantor, berarti anda harus siap dikucilkan dan terisolasi di kantor.

KENALI BAHASA TUBUH SAAT KERJA

Performance anda di kantor tidak hanya dipengaruhi oleh pembicaraan anda ataupun dari apa yang anda kenakan. Bahasa tubuh juga mempengaruhi performance anda secara keseluruhan. Karena secara tidak disadar, tubuh juga bisa menggambarkan kondisi perasaan anda yang sebenarnya.

Berbagai sikap, seperti cemas, ragu-ragu, malu dan takut, secara refleks bahasa tubuh anda akan mengungkapkannya, walaupun anda tidak mengatakannya. Lalu bagaimana sebaiknya basa tubuh yang benar? Kalau ingin tahu, di bawah ini adalah beberpa hal yang berhubungan dengan bahasa tubuh jika anda berhadapan dengan rekan kerja, boss atau siapa saja di kantor dalam suasana yang resmi.

Posisi saat bicara

Posisi anda berbicara dapat disesuaikan dengan kondisi dan kesepakatan bersma, bisa berdiri atau duduk. Namun, biasanya kalau anda hanay melakukan pembicaraan berdua dengan boss, duduk berhadapan akan lebih baik.

Namun kalau anda memimpin rpat dan berhadapan dengan banyak orang, berdiri akan lebih baik daripada duduk. Karena energi yang dimiliki seseorang saat bicara mengesankan lebih besar daripada berbicara sambil duduk. Di samping itu, berdiri mengesankan lebih berwibawa dan menguasi keadaan. Sedangkan sikap duduk terus menerus menunjukkan sikap yang defensif.

Bersikap tenang

Pandanglah lawan bicara anda dengan tenang. Usahakan menatap setiap orang dengan penuh perhatian. Jika lawan merasa diperhatikan, ia pun akan balik memperhatikan. Kontrollah nada dan cara bicara anda, jangan terlalu datar dan monoton karena akan membuat lawan anda bosan.

Tetapi juga jangan terlalu berapi-api, karena akan membuat lawan anda kesulitan mencerna pembicaraan anda. Selain itu anda akan mudah kelelahan. Saat anda harus mendengar, jangan mengetuk-ngetukan jari, menggaruk-garuk kepala, menggigit-gigit kuku atau menatap kesana kemari. Karena sikap seperti itu menunjukkan perasaan yang gelisah dan tegang.

Bebaskan bagian depan tubuh anda

Sikap tubuh yang terbuka menunjukkan kejujuran dan kredibilitas anda. Menutup mulut dan melipat tangan di perut menunjukkan kesan bahwa anda menutup diri dan melindungi diri dari sesuatu yang salah. Sedangkan bertopang dagu dan menguap mengesankan anda sedang tidak bersemangat, tidak antusias dan malas bertindak.

Pakailah busana sesuai kesempatan

Busana merupakan impresi pertama dari kepribadian anda. Ini juga berkaitan dengan bahasa tubuh anda. Busana yang anda kenakan menunjukkan sejauh mana anda melihat dan menghargai diri sendiri.

Umumnya lingkungan kantor menuntut anda untuk berbusana yang mencerminkan kemauan bekerja dan berprestasi. Pilihlah mode yang dapat diterima dalam lingkungan kerja dan kenakan pakaian dengan jenis bahan yang nyaman, sehingga anda dapat berkonsentrasi penuh pada pekerjaan.

Hindari pakaian dengan bahan terlalu panas, model yang minim, ukuran yang kedodoran atau terlalu sempit, dan warna-warna yang terlalu mencolok. Kalau anda tetap nekat memakai jenis pakaian ini, anda akan tampak aneh. Bahasa tubuh anda pun akan menunjukkan bahwa anda sedang merasa tidak nyaman. Sudah tahu kan bagaimana sebaiknya bahasa tubuh anda? Kalau ya, gunakan selalu bahasa tubuh yang mengesankan citra posisif anda di kantor.

TAMPIL BEDA DI DUNIA KERJA

Tujuan menciptakan ‘brand’ itu adalah menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki yang membuat anda tampak berbeda dengan lainnya. Bagaimana orang lain memandang diri anda sebagai sesuatu yang  menarik, ikuti beberapa saran berikut:

  • Ketahui tujuan hidup anda

Dengan mengetahuinya, anda bisa menyusun langkah satu persatu. Ini yang disebut mission statement.

  • Tegaskan keunikan yang anda miliki

Caranya, tulis kata sifat yang benar-benar anda sukai. Apa yang orang lain ingat akan diri anda. Dari sini anda akan mendapatkan brand value atau sifat-sifat yang membuat anda menarik.

  • Lakukan strategi

Setelah mengetahui tujuan hidup anda, tentu anda memiliki rencana untuk mewujudkannya menjadi sebuah tindakan nyata. Misalnya anda ingin menjadi seorang penulis, brand value anda adlaah ramah, kreatif dan persuasif.

  • Wujudkan dalam tindakan

Rencana tanpa tindakan sama saja bohong. Lakukan usaha untuk mewujudkan rencana dan angan-angan anda. Misalnya jika anda ingin menjadi penulis handal, asah dan galilah kemampuan anda. Anda juga bias mencari jalan dengan menghubungi orang yang bisa mengantarkan keinginan anda.

  • Terima kenyataan

Penampilan ikut menentukan sejauh mana anda bias melangkah. Jadi, tujuannya adalah tampil unggul diantara kalangan lain, misalnya tampil berbeda diantara teman sekantor.

  • Hidupkan merek anda

Kini saatnya menyiarkan ‘brand value’ anda secara halus kepada semua orang. Mulai dari bawahan, rekan sekerja sampai kepada atasan. Sampaikan bahwa anda kini memiliki keunikan dan cirri tersendiri yang membedakan anda dengan yang lain.

Apa pun pilihan anda artinya anda telah menentukan brand anda sendiri dan tak ada istilah benar atau salah. Yang pasti anda telah bersikap tegas untuk diri sendiri. Dengan kata lain, anda telah menciptakan diri anda sebagia seorang yang memiliki rasa percaya diri di tengah persaingan kerja dan persaingan pasar. Anda tak perlu mengikuti orang lain tetapi sebaliknya, anda bisa menjadi contoh bagi yang lain.

BAB IV

KARIR DI BIDANG JASA KOMPUTER

Era komputerisasi yang berkembang pesat dewasa ini menuntut pengembangan layanan pomrosesan data atau informasi melalui komputer. Berbagai usaha bidang bisnis perdagangan, perkantoran, telekomunikasi, pendidikan, penelitian (statistik), teknologi desain grafis dan lain-lain memerlukan keterampilan/keahlian komputer.

Sekolah (lembaga pendidikan formal) dan juga kursus-kursus serta pendidikan tinggi telah membuka peluang untuk meraih keterampilan/keahlian di bidang komputer. Bidang kerja di lingkungan perkantroan dan industri saat ini banyak membutuhkan tenaga-tenaga trampil dan juga keahlian-keahlian khusus yang terkait dengan komputer.

Usha jasa mandiri (kewiraswastaan) di bidang komputer juga banyak berkembang seperti : tenaga teknisi/service, pengetikan kata (surat, skripsi, buku, dll) desain grafis, rental komputer atau penjualan komputer dengan perlengakpannya. Karir di bidang jasa komputer membutuhkan variasi tingkat pengalaman dan keterampilan/keahlian yang dapat diperoleh dari kursus-kursus, program D1/D3, politeknik, strata satu dengan berbagai spesialisasi.

OPERATOR KOMPUTER

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan  : Data Entry, menguasai bahasa program ringan (Ms

Office), menguasai operating system.

  1. Minat                        : Senang mengoperasikan komputer dengan baik
  2. Nilai              : bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam pemasukan

data

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

1.  Seorang operator dibutuhkan untuk mengetik atau memasukan data sesuai dengan program yang ada pada perusahaan tersebut serta harus mempu menguasai menggunakan komputer terutama Microsoft Word, MS Exel, MS Power Point, guna untuk mengoperasikan komputer

2.  Pendapatan

Pendapatan seorang operator Rp. 750.000,- hingga Rp. 1.000.000,- perbulan, tergantung ia bekerja serta tergantung apakah ia seorang junior atau senior dan intansi ia bekerja.

3.  Sumber Informasi

Sumber informasi didapat bagi seorang Operator Media Massa (elektronik dan cetak), Depnaker.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan Pekerjaan Profesi
    1. Kemampuan mengioperasikan komputer (Microsift Word, MS Exel, MS power point)
    2. Mengetik lancar
    3. Menguasai operating system
    4. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Kemampuan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan komputer khususnya dalam File Seytem (dokumen surat menyurat)
      2. Dapat mengetahuai penggunaan komputer dengan baik
      3. Kepuasan psikologis bila berhasil dalam pengoperasian kerja dapat menyalurkan hobi yang didapat selama pendidikan
      4. Kepuasan finansial akan memperoleh penghasilan yang cukup tinggi
  1. Nilai dan Pekerjaan Profesi
    1. Dapat mengetik dengan lancar dan bekrja cepat untuk kelancaran pekerjaan perusahaannya
    2. Senang menggunakan mengoperasikan komputer
    3. Pendidikan

Pendidikan minimal SMA (kursus programmer komputer kurang lebih 3 bulan), Diploma III komputer, S1 jurusan komputer.

  1. Kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
    1. Kesadaran yang tinggi akan tugas dan tanggung jawab sebagai operator apa yang telah dibuat ataupun menguji coba apakah berhasil dan apakah dapat dibutuhkan untuk menghasilkan omset perusahaan
    2. Kematangan emosional yang cukup
    3. Kematangan social dalam proses berkomunikasi
    4. Jenis dan Tingkat Jabatan

Jenis jabatan berupa keahlian dalam proses mengetik dan menguasai komputer, seorang operator yunior keoperator senior dapat meningkatkan jabatannya sebagai programmer namun ia haruslah melanjutkan kembali ke jenjang sarjana komputer.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab kerja/profesi
    1. Dapat mengerti dan menggunakan komputer dengan lancar
    2. Dapat melaksanakan tugas yang baik dan cepat/cekatan
    3. Dapat mengembangkan diri untuk maju kejenjang tingkat yang lebih tinggi
    4. Kondisi pekerjaan

Bagi seorang operator komputer bertanggung jawab terhadap data-data yang di entry

  1. Lapangan pekerjaan

Seorang operator komputer dapat berkerja pada badan pemerintahan atau pun swasta. Dan lapangan pekerjaan sudah sangat luas.

10.  Peralatan kerja

Seperangkat komputer (komputer, printer, scanner) serta alat penunjang kantor (kertas untuk print, tinta printer, pensil, bal point, contnouns forum).

PROGRAMER KOMPUTER

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan    : mengasalisis data, menguasai bahasa program, menguasai

design system, menguasai operating system

  1. Minat  : senang mengikuti perkembangan komputer baik hadware

dan software. Serta mengoperasikan komputer.

  1. Nilai                : senang mengikuti informasi kemajuan teknologi informasi

dan bertanggung jawab untuk mengembangkan software.

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Seorang programmer dibutuhkan untuk merancang atau membuat program yang diberikansdari seorang sytem analis system serta harus mampu menguasai bahasa program guna utnuk menulis pettunjuk yang detail yang digunakan dalam komputer seperti basic, cobol, Fourth Generation Languages (4GL), Fortan, pascal C, Dos atau Artificia itelefencee. Seorang programmer pun harus dapat mengembangkan software yang dipakai dalam pemesanan terhadap suatu perusahaan atau instansi yang membutuhkan.
  2. Pendapatan

Pendapatan seorang programmer RP. 1.000.000,- hingga Rp. 7.000.000,- berbulan, tergantung ia berkerja serta tergantung apakah ia seorang junior programmer atau senior programmer.

  1. Sumber Informasi

Sumber infromasi di dapat bagi seorang programmer majalah, internet, alamat perusahaan software, Depnaker, universitas jurusan komputer. Namun pada saat ini seorang programmer komputer punsudah banyak dibutuhkan baik di perusahaan swasta maupun disuatu departemen apalagi saat ini sudah diadakan otonomi daerah.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi

a         Membuat program software

b        Mengerti bahasa program

c         Mengambangkan software yang sudah pernah dibuat

d        Mampu menulis petunjuk operator yang akan menjalankan program

e         Menguasai operating system

f         Menguji hasil apakah program berhasil

g        Kemampuan mengoperasikan komputer

  1. Minat dan pekerjaan profesi
    1. Dapat mengikuti perkembangan tentang hardware dan software
    2. Senang mencari hal-hal yang baru tentang komputer dan mengembangakan software yang pernah dibuatkan
    3. Dapat mengetahui hardware yang baik
    4. Kepuasan psikologi bila berhasil membuat program lalu dapat digunakan disuatu perusahaan/instansi
    5. Kepuasan finansial karena memperolah penghasilan yang cukup
    6. Nilai dan pekerjaan profesi
      1. Dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi tentang hardware dan software
      2. Senang menggunakan internet
      3. Pendidikan

Pendidikan SMA (kursus programmer computer kurang lebih 3 bulan). Diploma III komputer, S1 jurusan komputer. Namun bagi seorang programer yang lulusan SMA biasanya ia melanjutkan pendidikannya sambil bekerja untuk jenjang karirnya.

  1. Kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
    1. Kesadaran yang tinggi akan tugas dan tanggung jawab sebagai programmer apa yang telah dibuat ataupun menguji coba apakah berhasil dan apakah dapat dibutuhkan untuk menghasilkan omset perusahaan.
    2. Kematangan emosional yang cukup
    3. Kematangan social dalam proses berkomunikasi
    4. Jenis dan tingkat jabatan

Jenis jabatan berupa keahlian dalam proses membuat program dan menguasai bahasa program, seorang programmer yang masih lulusan SMA haruslah melanjutkan kembali kejenjang sarjana computer, dan menjadi analis sytem

  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi
    1. Dapat mengerti dan menggunakan bahasa komputer yang dikenal oleh program komputer atau software
    2. Dapat menguji ulang apa yang telah dibuat
    3. Dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh seorang analisis sytem dimana sytem tersebut dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau dapartemen.
    4. Dapat mengembangkan spftware yang telah dibuat
    5. Dapat mengoperasikan komputer
    6. Kondisi pekerjaan

Bagi seorang programer komputer dalam bekerja normal, bekerja lembur dalam menyelesaikan proyek software yang sedang dibutuhkan oleh karena itu kebutuhan komputer semakin meningkat dimasa datang sebagai akibat dari otomatisasi hampir seluruh perusahaan dan instansi, dua bidang yang berkembang sangat cepat adalah komunikasi data dan komputer LAN, komputer web base.

  1. Lapangan pekerjaan

Seorang programer komputer dapat berkerja pada badan konsultan atau proyek pendek. Dan lapangan pekerjaan sudah sangat luas seperti perusahaan software, organisasi penelitian, pabrik robot, PT, pusat proses data, bidang bisnis, bank, pabrik computer, lembaga pendidikan, pedagang masin-mesin dan perlengakapan, Pemda, Departemen, Rumah Sakit, Hotel, BUMN.

10.  Peralatan kerja. Hardware lengkap, software, disket, CD Room, online internet, peralatan jaringan.

WORD PROSESSOR

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : membuat penulisan dan melakukan pengolahan kata serta

melakukan proses pengeditan

  1. Minat              : suka akan bidang penulisan dan pengetikan
  2. Nilai                : kepekaan dan kepedulian terhadap bentuk penulisan
  3. B. INFORMASI KARIR

Umum

Word processor dibutuhkan untuk berbagai bidang penulisan atau jurnalisme seperti media cetak, penerbit dan sebagainya.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi
    1. Kemampuan melakukan pengetikan
    2. Kemampuan melakukan penyutingan naskah
    3. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Membuat tampilan naskah yang diketik agar lebih menarik
      2. Menyusun penulisan yang lebih menarik untuk dibaca orang lain
      3. Nilai dan pekerjaan profesi
        1. Peka terhadap kerapian naskah
        2. Kecepatan dan ketepatan di dalam melakukan pengeditn atau penyuntingan
        3. Gaji Rp. 500.000,- – 1.000.000,-
        4. Peduli terhadap kerapian naskah bentuk layout tulisan
  1. Memiliki tingkat kemampuan operator
  2. Menguasai aplikasi computer untuk pengolahan kata seperti: Word, Word perfect, Page Maker, dan sebagainya
  3. Hubungan pendidikan dan pekerjaan
    1. Minimal lulusan SMU
    2. Lulus pendidikan operator komputer
    3. Jenis dan tingkat jabatan
    4. Tugas dan tanggung jawab profesi
      1. Bertanggung jawab terhadap pengetikan
      2. Bertanggung jawab terhadap bentuk format tampilan hasil tulisan yang telah diketik
      3. Bertanggung jawab terhadap penyuntingan hasil pengetikan untuk mendapatkan hasil penulisan yang maksimal
      4. Kondisi pekerjaan
        1. Dapat dilakukan di kantor dalam tugasnya sebagai karyawan atau dilakukan dirumah sebagai tugas sambilan
        2. Membutuhkan ketelitian, kecermatan serta ketekunan

10.  Membutuhkan peralatan kerja berupa komputer yang memiliki aspirasi pengolahan kata

11.  Memerlukan ruang kerja yang memiliki cukup pencahayaan karena jenis pekerjaan ini sangat tergantung terhadap kondisi kesehatan mata

SPESIALIS CAD

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : mempunyai kemampuan mendesain gambar dengan

menggunakan computer sebagai pengganti kertas, pensil, dan alat tradisional lainnya.

  1. Minat              : suka akan menggambart serta mengoperasikan komputer
  2. Nilai                : bertanggung jawab untuk mengembangkan desain yang

membutuhkan serta merancang dari spesifikasi desainer lainnya

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Spesialis CAD dibutuhkan untuk merancang segala tipe serta dapat bekerjasama dengan insinyur
  2. sumber informasi dari surat kabar, Depnaker, dan lembaga swasta (terkadang pada sekolah kejuruan yang membuka program ini juga)

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi
    1. Kemampuan merancang sedain sesuai dengan teknis untuk industri yang spesifik
    2. Kemampuan mengoperasikan komputer serta menggunakan perangkat hardware dan software sebagai penunjang
    3. Bekerja sama dengan insinyur
    4. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Suka melakukan experimen untuk menghasilkan rancangan
      2. Profesi yang berkenan dengan minat yang sama seperti desainer, programer
      3. Kepuasan psikologis bila dapat membuat rancangan dan rancangan tersebut diakui kemudian dipakai
      4. Kepuasan finansial karena memperoleh panghasilan yang cukup
      5. Nilai dan pekerjaan profesi

a. keperdulian pengembangan rancangan tangan/desain

  1. Pengalaman bekerja

Pada saat turunya harga program komputer dan sistem CAD akan semakin banyak industri yang akan menggunakan jasa spesialis CAD juga pabrik pembuat robot punya tuntutan besar untuk menggunakan jasa spesialis CAD

  1. Segi kepribadian diri dengn pekerjaan profesi

Mempunyai tanggung jawab utuk mengembangkan desain

  1. Hubungan pendidikan dengan pekerjaan
    1. Lulusan SMU segala jurusan dan mampu dalam merancang mendesain serta menguasai CAD
    2. Lulusan perguruan tinggi, institusi teknis serta menguasai sistem CAD
    3. Jenis tingkat jabatan

Spesialis CAD dapat dipromisikan menjadi supervisor atau manajer dengan tambahan pengalaman, pelatihan dan pendidikan

  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi

Deskripsi pekerjaan

Perancngan yang menyiapkan ilustrasi teknis dengan memakai komputer

Tugas dan tanggung jawab

Spesialis CAD bertanggung jawab mengembangkan desain yang sebenarnya atau dibutuhkan untuk merancang dari spesifikasi desain lainnya. Mereka sering bekerja sama dengan insinyur untuk mengembangkan spesifikasi untuk berbagai macam sistem, alat atau struktur.

  1. Kondisi pekerjaan

Bertugas/bekerja perusahaan yang membutuhkan spesialis CAD jam kerja spesialis CAD biasanya normal, bekerja lembur bila untuk menyelesaikan tugas dead line.

10.  Spesialis CAD dapat juga berkaitan dengan organisasi profesi bidang rancangan

11.  Peralatan kerja seperti: komputer lengkap, digitizer, graphic table, cursor PAD, Platter

12.  Ketentuan praktek profesi

Spesialis CD baru memasuki lapangan kerja yang sebelumnya menjadi traince dan akan berkembang menjadi spesialis CAD pada perusahaan sama atau pada jabatan yang sama pada perusahaan.

PENGAJAR KOMPUTER

  1. Deskripsi kerja

Uraian tugas dan tanggung jawab:

  1. Mengajar materi sesuai dengan kurikulum
  2. Melatih siswa dalam mengoperasikan atau software
  3. Mengambati siswa pada saat praktek di ruangan komputer
  4. Melaporkan kerusakan-kerusakan pada komputer
  5. Memberikan laporan perkembangan siswa
  6. Wajib mengikuti rapat mingguan berisi pendalaman materi untuk menembangkan kurikulum
  7. Persyaratan jabatan
    1. Mempunyai kemampuan mengajar

Pengajar harus menjelaskan hal teknis dengan cara yang dipahami siswa sehingga tertarik dengan banyak bertanya dan memahami materi yang diajarkan

  1. Mempunyai kemampuan penguasaan komputer
  2. Minimal lulusan D3 pendidikan komputer
  3. Kesempatan kerja
    1. Sekolah dari tingkat TK sampai SMU
    2. Kantor
    3. Rumah klien
    4. Tempat kursus komputer

SPESIALIS DOKUMENTASI TEKNIS (SDT)

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : memiliki pengetahuan yang luas mengenai pedoman

hardware dan software akan membuatnya lebih mudah

dalam mempersiapkan dokumentasi

  1. Minat              : suka akan bidang komputer dan suka menterjemahkan

gaya-gaya bahasa yang sukar dimengerti kebahasa yang

mudah dimengerti

  1. Nilai                : mempunyai ketermapilan dan ketangkasan yang diperoleh

melalui latihan dan praktek

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Menjadi spesialis dokumentasi teknis sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam dunia kerja
  2. Sumber infromasinya dari perusahaan komputer dan perkantoran yang selalu berhubungan dengan pengoperasian komputer

Persyaratan

  1. Kemampuan dan perkejaan profesi
    1. penulisan aktual dari dokumentasi
    2. mempunyai pengetahuan dibidang komputer
    3. memiliki keahlian untuk bekerja pada bagian atau tekniknya
    4. menterjemahkan informasi kepada bahasa yang dapat dimengerti
    5. Minat dan pekerjaan profesi
      1. suka menulis pedoman-pedoman, instruksi-instruksi operasi dan dokumen-dokumen lain untuk hardware dan software
      2. profesi lain yang berkenaan dengan minat yang sama seperti: penulis teknis, insinyur, programer, dan orang-orang tenik lainnya
      3. kepuasan psikologi/batin bila melakukan riset untuk memprogram lebih banyak tentang subyek yang lebih spesifik akan membuatnya leibhy mudah dalam menyiapkan dokumentasi.
      4. Kepuasan sosial karena peran profesi dihargai oleh masyarakat
      5. Kepuasan finansial karena memperoleh pendapatan kerja yang lebih memadai
      6. Nilai dan perkejaan profesi
        1. kepedulian pengetahuan tinggi dan ketulusan hati menjelaskan tentang penggunaan komputer
        2. kepedulian akan hidup senang
        3. Pengalaman kerjad di perusahaan komputer, diproyek tekhnik dokumentesi dan perkantoran yang berhubungan dengan komputer
        4. Segi kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
          1. kesadaran menulis dan menterjemahkan gaya-gaya bahasa yang sukar untuk masyarakat umumnya
          2. kematangan emosional bila mendapat kritik dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
          3. Hubungan pendidikan dan pekerjaan
            1. lulusan college dan dominan yang diprioritaskan termasuk seni liberal, ilmu computer, komunikasi atau bahasa inggris
            2. lulusan universitas dan pilihan yang baik untuk jabatan di dalam seni liberal, ilmu computer, komunikasi atau bahasa inggris
            3. Jenis dan tingkat jabatan
              1. jenis jabatan berupa pengetahuan dibidang komputer, kemampuan menulis dan kemampuan berkomunikasi atau bahasa inggris, sedangkan tingkatnannya manajer dan editor
  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi
    1. deskripsi pekerjaan meliputi menulis pedoman-pedoman, instruksi-instruksi operasi dan dokumen-dokumen lain untuk hardware dan software
    2. tugas dan tanggung jawab kerja meliputi: menterjemahkan gaya-gaya bahasa yang sukar dimengerti kebahasa sehari-hari yang mudah dimengerti
    3. spesialis dokumentasi teknis bekerjasama dengan programer, inisnyur dan orang-orang teknik untuk mempelajari semua hal tentang program software, agar bisa melakukan riset untk memprogram lebih banyak tentnag subjek spesifik dari program tersebut
    4. Kondisi pekerjaan
      1. bertugas diperusahaan komputer yang sangat dibutuhkan masyarakat
      2. membuka tempat kursus yang selalu stand by baik pagi, siang maupun malam

10.  Pekerjaan spesialis dokumentasi teknis berkaitan dengan programer, insinyur, dan orang-orang teknik

11.  Peralatan kerja seperti komputer, alat-alat tulis, copy, katalog software, dan bahan-bahan promosi penjualan, periklanan

12.  Keterangan profesi, dimana lulus studi di universitas/lulusan bachelor dalam ilmu komputer, seni liberal, komunikasi atau bahasa inggris sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dan perkantoran

Ditulis dalam kuliah

TOPOLOGI JARINGAN


Topologi jaringan

1. Linier Bus
Pada topologi linear bus semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang berbentuk garis lurus (linear). Sehingga, data yang dikirim akan melalui semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat data tersebut sesuai dengan alamat yang dilalui, maka data tersebut akan diterima dan diproses. Namun, jika alamat tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal yang dilalui dan pencarian alamat akan diteruskan hingga ditemukan alamat yang sesuai.
Kelebihan:
– hemat kabel
– mudah dikembangkan
– tidak membutuhkan kendali pusat
– layout kabel sederhana
– penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
– deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
– kepadatan lalu lintas tinggi
– keamanan data kurang terjamin
– kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
– diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Ring
Pada topologi ring semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang membentuk lingkaran. Sehingga, setiap terminal dalam jaringan saling tergantung. Akibatnya, apabila terjadi kerusakan pada satu terminal, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Kelebihan:
– hemat kabel
– tidak perlu penanganan bundel kabel khusus
– dapat melayani lalu lintas data yang padat

Kelemahan:
– peka kesalahan
– pengembangan jaringan lebih kaku
– lambat
– kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan

3. Star
Pada topologi star semua PC (terminal) dihubungkan pada terminal pusat (server) yang menyediakan jalur komunikasi khusus untuk terminal yang akan berkomunikasi. Sehingga, setiap pengiriman data yang terjadi akan melalui terminal pusat.
Kelebihan:
– paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
– penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian
jaringan yang lain
– kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
– boros kabel
– kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
– perlu penanganan khusus bundel kabel

4. Topologi Token Ring
Topologi ini hampir sama dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan.

5. Topologi Pohon
Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.
Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

Kelebihan
 Koneksi secara langsung (point to point) pada segmen jaringan tunggal.
 Topologi jaringan ini didukung oleh beberapa vendor hardware dan software.
Kelemahan
 Cakupan segmen jaringan tergantung dari kabel.
 Jika jalur backbone putus, seluruh segmen jaringan akan putus.
 Pengimplementasiannya sulit

6. Topologi Mesh
Di antara topologi yang lain topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada. Jadi susunannya, setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain. Dapat dibayangkan jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.

Kebanyakan jaringan yang menggunakan topologi mesh akan mengalami kesulitan dalam instalasi jika peralatan yang terhubung jumlahnya bertambah banyak, karena jumlah hubungan yang disambungkan semakin banyak jumlahnya. Jadi jika ada n peralatan (komputer) yang akan kita sambungkan, maka perhitungannya adalah n(n-1)/2. Jadi jika terdapat 5 komputer, maka hubungan yang akan dibuat sebanyak 5(5-1)/2 atau 10 hubungan. Jadi jika komputer yang terhubung semakin banyak maka semakin banyak pula hubungan yang akan diatur. Topologi ini cocok untuk digunakan pada sistem yang kecil.
a. Full Mesh
Jenis topologi jaringan dimana masing-masing nodes dari jaringan terhubung dengan nodes lain dalam jaringan dengan hubungan point to point. Ini membuat semakin mungkin dari data untuk ditransmisikan dari setiap node tunggal. Fully connected mesh topology ini secara umum terlalu mahal dan rumit untuk diterapkan. Walapun topologi ini digunakan ketika hanya ada sejumlah nodes untuk saling berhubungan. Pada fully connected network yang terdiri dari sebanyak n node, terdapat p=n(n-1)/2 direct paths atau cabang. Dengan p adalah jumlah cabang dalam jaringan.

b. Partial Mesh
Jenis topologi jaringan dimana beberapa nodes dari jaringan yang terhubung lebih dari satu nodes dengan koneksi point to point. Hal tersebut memungkinkan user mengambil manfaat yang diberikan oleh physical fully connected mesh topology tanpa biaya dan kompleksitas yang diperlukan untuk sebuah koneksi antar node dalam jaringan.

Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
• Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
• Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
• Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
• Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
• Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
• Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatif mahal.
• Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
• Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
7. Topologi Hybrid
Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel untuk mengimplementasikan jaringan star. Hybrid hub dapat digunakan untuk mengakomodasi beberapa tipe kabel dalam satu jaringan bintang. Topologi ini mirip dengan topologi Pohon atau tree.

8. Topologi Hirarki
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya. berikut ini gambar topologi Hierarkis sebagai gambaran.
Kelebihan topologi hierarchical tree, yaitu:
1) Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
2) terkontrol; Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas;
Kelemahan topologi hierarchical, yaitu:
1) Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus;
2) Dapat terjadi tabrakan file (collision)

9. TOPOLOGI TANPA KABEL (WIRELESS)
Topologi ini adalah topologi terbaru yang digunakan. Dan boleh digunakan dengan topologi yang lain.

Ciri-ciri
– Tidak ada sambungan fisikal
– Dapat digunakan bersama topologi lain
Kelebihan
– Mudah di up grade
– Mudah digunakan
Kelemahan
– Transfer data sangat rendah
10. Point to Point
Jaringan titik ke titik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan jalur komunikasi biasa.

Pada jenis topologi ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima.
Kelebihan Topologi Point to Point
– Mudah menghubungkan antar komputer.
– Membutuhkan kabel yang pendek.
Kekurangan Topologi Point to Point
– Seluruh jaringan akan mati bila kabel utama terputus.
– Sulit mencari dan memperbaiki kerusakan apabila terjadi kerusakan pada jaringan.
– Tidak mungkin dimplementasikan pada jaringan dengan banyak komputer.

Referensi:

http://www.informatika.org/~rinaldi/Matdis/2008-2009/Makalah2008/Makalah0809-015.pdf

http://id.shvoong.com/exact-sciences/1731620-apa-itu-topologi-jaringan/

http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/06/20/topologi-mesh/

http://cangkruk.com/index.php?option=com_content&view=article&id=238:topologi-mesh&catid=55:komunikasi-data&Itemid=178

http://fleahlit.web.id/topologi-jaringan-komputer/

Ditulis dalam kuliah

food and danger that will arise


Living creatures surely need food. Of course the food nutritious and healthy. Living creatures need food to have energy. For food that is consumed must contain enough nutrients needed by the body. This condition is very important to the function body organs running well. Gynecology gizinya also be appropriate, may not be less or more.

We know many sources of food that are sold to the consumer. Food is usually prepared with a quick food. However, food is less healthy it can be said. Name only fast food, so the food is certainly possible that the bacteria in food has not been entirely lost due to processes that are not perfect. For example, the oil used to fry foods. Many traders do not change the oil to fry with the new oil. So there are indications of oil are not suitable for consumption or used again.

The consumers choose fast food because the food they want quickly filling their stomach. In addition they will also be pursued so that later they do not reflect the risk akan dialaminya. Risks that may appear several months or years later.

Not a few of them also prefer to cook their own rather than buy. They thought that their own cooking more fun. Because the sense that we want to we can get it yourself than it is healthy. There is also the thought that the purchase of food fast food is too long considering padatnya this town so take a relatively long time to go to the place of their own cooking.

Terms of healthy food is when food is hygienic, nutritious, and the street.

Food hygiene is a food that does not contain disease germs and substances that can endanger health.

Foods that are nutritious foods that contain enough carbohydrate, fat, protein, and vitamins in the number of appropriate balance needs.

Bekecukupan food is food that can meet the needs of the body at a certain age and condition. For example in the nutrition needs of infants, adolescents, adults, and parents differ. Food also needs a different athlete with the people who work in the office even though the same age.

In addition to fulfilling these basic persyratan, also need to be ways to cook food. The temperature at the time food is served, and food is easily digested.

How disappointed we are when food is mixed with chemical substances that are dangerous to our soul. So it appears the impact of various diseases when we consume food is. The disease does not appear to be directly telihat indikasinya, but will appear a few months or several years later so that our lives berpacu with the time to eliminate the disease from our bodies.

The manufacturer usually gives the prankish chemical substances with the reason that so that the consumer tertari with food that they offer. Usually, they fascinate with color.

Manufacturers use a bait with a color dye-dye which is used to color clothes. Dyes that are sold freely in the market and prices are relatively cheap compared with the food coloring in general. Dye clothing materials, if mixed with food will change the color so that makes us (the consumers) are more interested with the food offered. Coloring material is very dangerous. If we do not intentionally consume food (which has been given a coloring textiles) in the amount or a large dose, then we can have even poisoned the soul we can grasp.

There is also a bit of the manufacturer or merchant to provide the food preservative is harmful for our bodies. They (producers or traders) usually give the preservative is usually given to dead bodies dead bodies so that durable and not destroyed until the time consumed for many years. Yes, the usual preservative called formalin. But for those of you (people that are still common) do not assume that consume food digestion is to create channels to our lasting many years. No, it’s not true. Substances contained in the preservative substances are not needed by the body even alimentary tract we will assume it is a toxic substance that our bodies mebahayakan. In a long period of time, we will contract a disease that death caused by these foods. Try to think of us, whether you would like considered as ghastly corpses using preservative that? Or, eat the corpse because of the common substances used to dead bodies?

Substances are also classified as easily searchable on the substance of the preservative, in general, such as natrium benzoate that we know more. Formalin prices far cheaper than with natrium benzoate. Natrium benzoate usually used for large manufacturers in the industry. While the formalin used in the industry. Formalin more dangerous than natrium benzoate.

Traders or small industrial producers choose substance because cheaper and more easily searchable. They can get oxygen from the chemist with a reason to preserve their pets are dead, not a few of them are also working with the pharmacy to make it easier to get the substance because the substance can be a more membwa advantage. This makes the producers prefer to use of formalin in the natrium benzoate.

When the two substances in foods that are mixed over earlier, can not be thought again what will happen to us later. After all, we’re not hard to get foods that contain substances that are mixed with the food and sold in the market. For example only the usual snacks sold disekolah-school, eg only meatball. In the meat meatball that is usually given a durable food preservative, not to mention when there is added with boron. Not with saos that is added to the food. Saos usually use a dangerous dye for our bodies.

Would that when we use a better way to feed it. For example, the natural food coloring. Natural food coloring agent can be taken with the use of part of the plant. For example turmeric. Turmeric is often used for food coloring so that the visible yellow or orange. Food that has been mixed much better than using chemical substances. Because they do not cause side effects.

To preserve the food we can do with the drying, freezing, and iradiasi. Destination mengahmbat the preservation or avoidance of damage to food, to maintain quality of materials, avoiding the occurrence of virulence (except with dangerous substances) and ease of handling and storage. Food that has lasting value is higher because of the occurrence of the damage may be.

Drying aims to eliminate or water down the measure more precisely the water. Food that still have the womb dry iar approximately 2-5% water. With dry, the microbes, such as fungi and bacteria can not survive. Way as this is a very simple way.

Freezing aims to prevent the growth of microbes, because microbes can not survive at a temperature below zero. Usually done to freeze the fish, meat, fruit, and vegetables. We also need to know about food that is opened and then closed the meeting outside the refrigerator, we should direct store food in the refrigerator is because it has tercemar with the outside air.

The use of radiotherapy aims to reduce the radiation damage and contamination of food, and killing mikrobra and organsime other diseases that cause the food involved.

Type of radiation that can be used for the preservation of food is elektromagnetik radiation, the radiation that produces photons, so enjoy a high berenergi cause ionization and eksitasi on the material that dilaluinya. Type of radiation is called radiation pengion. Example pengion radiation is radiation particles          elektromagnetik and waves.

However, technology, food preservation with radiation is not without problems. Permasalahn caused concern in the health food that is diiradiasi:

a. Chemical changes due to radiation resulted in a decrease in nutritional value of food, which changes the composition of protein, vitamins, and others.
b. Diradiasi microbes that are resistant or mutation. Resistance against various types of microorganisms radiation sequentially as follows: spore bacteria> leavened> kapang> gram-positive bacteria> gram negative bacteria. Gram negative bacteria appeared most sensitive to radiation. Therefore, to push the process of food contamination caused by gram negative bacteria can be used iradiasi low doses.
c. Iradiasi on a food that contains water molecules, causing ionization of water molecules form a hydrogen radical and hidroksil. Hydrogen radicals and the chemical known hidroksil very reactive and can act as oxygen pereduksi or pengoksidasi.

So that the last type of preservation is rarely used because this need not cost a bit. Well now live that determines our own food for our bodies.

Ditulis dalam Science

Rich SO HOW EASY WITHOUT CAPITAL


SO HOW EASY Rich

WITHOUT CAPITAL

How rich without capital ,, I have a way, you just enough to list the address, click here are also ok. Here 100% free, and not indirection.

How does the money we will get?

Just imagine, just direct you will get free $ 6. here we are asked to rate a new page each month,,, just not bothered?

if we are lucky, we can also win a $ 500 free,,, I only just over 30 minutes to loggin and get free $ 27,,,, The task we surveying free web page in generally. it’s hard?

Survey on How to pay?

According to the survey service provider company that is in the survey that have produced millions and even billions of dollars from their businesses. And they also want to know opinions

market for their products or their web site. If they are willing out millions of dollars for their ads, they also issue a dollar they are willing

to know the opinion, opinions, or what is desired by their market share so they can better improve the market know their opinions.!

Payment of Earning that we get from this program

Payment program through 3 ways

1. U.S. post, we are living in Indonesia does not use this

2. AlertPay

3. Paypal

so what you want wait for? just click here to join with AWSURVEY

Ditulis dalam Uncategorized

TEORI KEPEMIMPINAN


A. PENDAHULUAN

Begitu banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak kita ketika berbicara tentang kepemimpinan. Pertanyaan yang mendasar adalah apakah pemimpin itu lahir begitu saja (pemimpin suatu kelompok)? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu. Untuk menjawab pertanyaan ini ada satu selogan yang dapat kita jadikan dasar pemikiran agar mempelajari teori kepemimpinan yaitu Semua manusia dilahirkan kedunia ini untuk memimpin, paling tidak pemimpin dirinya sendiri. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana seorang pemimpin dapat membangun dan berpengaruh dalam lingkungan yang dipimpinnya ? Pertanyaan – pertanyaan ini hanya dapat dijawab dengan menggunakan teori kepemimpinan.

B. LATAR BELAKANG

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi, tidak dapat dibantah merupakan suatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu, memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktivitas organisasi secara keseluruhan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nanti mempunyai refrensi dalam menjalankan sebuah organisassi. Untuk mengkaji lebih dalam tentang konsep kepemimpinan maka dalam makalah ini kami akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.

C. RUMUSAN MASALAH

Dengan melihat latar belakang diatas maka kami sebagai penulis merumuskan beberapa topic permasalahan yang akan dikaji lebih dalam pembahasan makalah dibawah ini. Topik permasalahan itu antara lain:

1. Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan

2. Teori-teori tentang kepemimpinan

3. Model Kepemimpinan

4. Tipe Seorang Pemimpin

D. PEMBAHASAN

Pengertian Kepemimpinan

Secara etimologi pemimpin berasal dari kata pimpin yang berari “The art of influencing and directing meaninsuch away to obatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission” ( kepemimipana adalah seni untuk mempengaruhi dan menggerakan orang-orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek dan kerjasama secara loyal untuk menyelesaikan suatu tugas- Field Manual 22-100). Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), “leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good”. Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi. Sedangkan menurut Anderson (1988), “leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance”. Menurut Sayidiman Suryohadiprojo, di lingkungan Belanda. Pengertian kepemimpinan (kurang lebih sama dengan leiderschap) adalah satu kemampuan manusia yang diperoleh dari lahir, bukan karena mendapat pendidikan tertentu.

Pada dasarnya, fungsi kepemimpinan memiliki dua aspek dasar yaitu :

1. Fungsi administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijasanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya

2. Fungsi sebagai top manajemen, yaitu mengadakan planning, organizing, staffing, directing commanding, controlling, dan sebagainya.

Albert Enstein mengatakan Religion “without science is blind, science without religion is lame” yamg artinya Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta, ilmu pengetahuan tanpa agama adalah membuat pincang .

Teori Kepemimpinan

1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )

Analisis ilmiah tentang kepemimpinan beerangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan , bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “the greatma theory”

Dalam perkemabangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwaa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan, akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain ; sifat fisik, mental dan kepribadian

2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi

Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kea rah dua hal :

Pertama yang disebut Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yangØ menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia bekonsultasi dengan bawahan.

Kedua disebut struksur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpinØ yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil apa yang akan dicapai.

Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.

Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

3. Teori kontingensi

Mulai berkembang th 1962, teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem manajemen yang optimum, sistem tergantung pada tingkat perubahan lingkungannya. Sistem ini disebut sistem organik (sebagai lawan sistem mekanistik), pada sistem ini mempunyai beberapa ciri:

¯ Substansinya adalah manusia bukan tugas.

¯ Kurang menekankan hirarki

¯ Struktur saling berhubungan, fleksibel, dalam bentuk kelompok

¯ Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma

¯ Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama

4. Teori Behavioristik

Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja – lebih berorientasi pada manusia sebagai pelaku.

Beberapa tokohnya, antara lain:

a. Maslow

Individu mempunyai 5 kebutuhan dasar yaitu physical needs, security needs, social needs, esteem needs, self actualization needs. Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk memenuhinya. Organisasi perlu mengenali kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul kepuasan.

b. Douglas Mc Gregor (1906-1964)
Teori X dan teori Y

Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.

5. Teori Humanistik

Teori ini lebih menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teori humanistic biasanya dicirikan dengan adanya suasana saling menghargai dan adanya kebebasan.

Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).

Model Kepemimpinan

Telah banyak pemikiran ahli-ahli manajemen mengenai model-model kepemimpinan yang ada dalam literatur. Namun yang paling umum kita jumpai dalam keseharian kita diantaranya adalah:

a. Model Watak Kepemimpinan (Traits Model of Leadership)

Pada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap awal mencoba meneliti tentang watak individu yang melekat pada diri para pemimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran, kematangan, ketegasan, kecakapan berbicara, kesupelan dalam bergaul, status sosial ekonomi mereka dan lain-lain (Bass 1960, Stogdill 1974). Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori faktor pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut, yaitu kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi. Namun demikian banyak studi yang menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membedakan antara pemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak konsisten dan tidak didukung dengan hasil-hasil studi yang lain. Disamping itu, watak pribadi bukanlah faktor yang dominant dalam menentukan keberhasilan kinerja manajerial para pemimpin. Hingga tahun 1950-an, lebih dari 100 studi yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi watak atau sifat personal yang dibutuhkan oleh pemimpin yang baik, dan dari studi-studi tersebut dinyatakan bahwa hubungan antara karakteristik watak dengan efektifitas kepemimpinan, walaupun positif, tetapi tingkat signifikasinya sangat rendah (Stogdill 1970). Bukti-bukti yang ada menyarankan bahwa “leadership is a relation that exists between persons in a social situation, and that persons who are leaders in one situation may not necessarily be leaders in other situation” (Stogdill 1970). Apabila kepemimpinan didasarkan pada faktor situasi, maka pengaruh watak yang dimiliki oleh para pemimpin mempunyai pengaruh yang tidak signifikan. Kegagalan studi-studi tentang kepimpinan pada periode awal ini, yang tidak berhasil meyakinkan adanya hubungan yang jelas antara watak pribadi pemimpin dan kepemimpinan, membuat para peneliti untuk mencari faktor-faktor lain (selain faktor watak), seperti misalnya faktor situasi, yang diharapkan dapat secara jelas menerangkan perbedaan karakteristik antara pemimpin dan pengikut.

b. Model Kepemimpinan Situasional (Model of Situasional Leadership)

Model kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor situasi sebagai variabel penentu kemampuan kepemimpinan. Studistudi tentang kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristik situasi atau keadaan sebagai faktor penentu utama yang membuat seorang pemimpin berhasil melaksanakan tugas-tugas organisasi secara efektif dan efisien. Dan juga model ini membahas aspek kepemimpinan lebih berdasarkan fungsinya, bukan lagi hanya berdasarkan watak kepribadian pemimpin. Hencley (1973) menyatakan bahwa faktor situasi lebih menentukan keberhasilan seorang pemimpin dibandingkan dengan watak pribadinya. Menurut pendekatan kepemimpinan situasional ini, seseorang bisa dianggap sebagai pemimpin atau pengikut tergantung pada situasi atau keadaan yang dihadapi. Banyak studi yang mencoba untuk mengidentifikasi karakteristik situasi khusus yang bagaimana yang mempengaruhi kinerja para pemimpin. Hoy dan Miskel (1987), misalnya, menyatakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kinerja pemimpin, yaitu sifat struktural organisasi (structural properties of the organisation), iklim atau lingkungan organisasi (organisational climate), karakteristik tugas atau peran (role characteristics) dan karakteristik bawahan (subordinate characteristics). Kajian model kepemimpinan situasional lebih menjelaskan fenomena kepemimpinan dibandingkan dengan model terdahulu. Namun demikian model ini masih dianggap belum memadai karena model ini tidak dapat memprediksikan kecakapan kepemimpinan (leadership skills) yang mana yang lebih efektif dalam situasi tertentu.

c. Model Pemimpin yang Efektif (Model of Effective Leaders)

Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang tipe-tipe tingkah laku (types of behaviours) para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para pemimpin dapat dikatagorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan (initiating structure) dan konsiderasi (consideration). Dimensi struktur kelembagaan menggambarkan sampai sejauh mana para pemimpin mendefinisikan dan menyusun interaksi kelompok dalam rangka pencapaian tujuan organisasi serta sampai sejauh mana para pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka. Dimensi ini dikaitkan dengan usaha para pemimpin mencapai tujuan organisasi. Dimensi konsiderasi menggambarkan sampai sejauh mana tingkat hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya, dan sampai sejauh mana pemimpin memperhatikan kebutuhan sosial dan emosi bagi bawahan seperti misalnya kebutuhan akan pengakuan, kepuasan kerja dan penghargaan yang mempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi. Dimensi konsiderasi ini juga dikaitkan dengan adanya pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan komunikasi dua arah, partisipasi dan hubungan manusiawi (human relations). Halpin (1966), Blake and Mouton (1985) menyatakan bahwa tingkah laku pemimpin yang efektif cenderung menunjukkan kinerja yang tinggi terhadap dua aspek di atas. Mereka berpendapat bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur, dan mempunyai hubungan yang persahabatan yang sangat baik, saling percaya, saling menghargai dan senantiasa hangat dengan bawahannya. Secara ringkas, model kepemimpinan efektif ini mendukung anggapan bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang dapat menangani kedua aspek organisasi dan manusia sekaligus dalam organisasinya.

d. Model Kepemimpinan Kontingensi (Contingency Model)

Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin, tingkah lakunya dan variabel-variabel situasional. Kalau model kepemimpinan situasional berasumsi bahwa situasi yang berbeda membutuhkan tipe kepemimpinan yang berbeda, maka model kepemimpinan kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas, yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi atau variabel situasional dengan watak atau tingkah laku dan kriteria kinerja pemimpin (Hoy and Miskel 1987). Model kepemimpinan Fiedler (1967) disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya. Menurut Fiedler, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor tersebut adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan kekuatan posisi (position power).

Hubungan antara pemimpin dan bawahan menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan, dan kemauan bawahan untuk mengikuti petunjuk pemimpin. Struktur tugas menjelaskan sampai sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi didefinisikan secara jelas dan sampai sejauh mana definisi tugas-tugas tersebut dilengkapi dengan petunjuk yang rinci dan prosedur yang baku. Kekuatan posisi menjelaskan sampai sejauh mana kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin karena posisinya diterapkan dalam organisasi untuk menanamkan rasa memiliki akan arti penting dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing. Kekuatan posisi juga menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin (misalnya) menggunakan otoritasnya dalam memberikan hukuman dan penghargaan, promosi dan penurunan pangkat (demotions).Model kontingensi yang lain, Path-Goal Theory, berpendapat bahwa efektifitas pemimpin ditentukan oleh interaksi antara tingkah laku pemimpin dengan karakteristik situasi (House 1971). Menurut House, tingkah laku pemimpin dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok:
supportive leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat), directive leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur dan petunjuk yang ada), participative leadership (konsultasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan) dan achievement-oriented leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya kinerja yang memuaskan). Menurut Path-Goal Theory, dua variabel situasi yang sangat menentukan efektifitas pemimpin adalah karakteristik pribadi para bawahan/karyawan dan lingkungan internal organisasi seperti misalnya peraturan dan prosedur yang ada. Walaupun model kepemimpinan kontingensi dianggap lebih sempurna dibandingkan modelmodel sebelumnya dalam memahami aspek kepemimpinan dalam organisasi, namun demikian model ini belum dapat menghasilkan klarifikasi yang jelas tentang kombinasi yang paling efektif antara karakteristik pribadi, tingkah laku pemimpin dan variabel situasional.

e. Model Kepemimpinan Transformasional (Model of Transformational Leadership)

Model kepemimpinan transformasional merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan. Burns (1978) merupakan salah satu penggagas yang secara eksplisit mendefinisikan kepemimpinan transformasional. Menurutnya, untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang model kepemimpinan transformasional, model ini perlu dipertentangkan dengan model kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transaksional didasarkan pada otoritas birokrasi dan legitimasi di dalam organisasi. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Disamping itu, pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. Untuk memotivasi agar bawahan melakukan tanggungjawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada sistem pemberian penghargaan dan hukuman kepada bawahannya. Sebaliknya, Burns menyatakan bahwa model kepemimpinan transformasional pada hakekatnya menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggungjawab mereka lebih dari yang mereka harapkan. Pemimpin transformasional harus mampu mendefinisikan, mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi, dan bawahan harus menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya.Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa “the dynamic of transformational leadership involve strong personal identification with the leader, joining in a shared vision of the future, or goingbeyond the self-interest exchange of rewards for compliance”. Dengan demikian, pemimpin transformasional merupakan pemimpin yang karismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harusmempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Menurut Yammarino dan Bass (1990), pemimpin transformasional harus mampu membujuk para bawahannya melakukan tugas-tugas mereka melebihi kepentingan mereka sendiri demi kepentingan organisasi yang lebih besar. Yammarino dan Bass (1990) juga menyatakan bahwa pemimpin transformasional mengartikulasikan visi masa depan organisasi yang realistik, menstimulasi bawahan dengan cara yang intelektual, dan menaruh parhatian pada perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh bawahannya. Dengan demikian, seperti yang diungkapkan oleh Tichy and Devanna (1990), keberadaan para pemimpin transformasional mempunyai efek transformasi baik pada tingkat organisasi maupun pada tingkat individu. Dalam buku mereka yang berjudul “Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership”, Bass dan Avolio (1994) mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai empat dimensi yang disebutnya sebagai “the Four I’s”. Dimensi yang pertama disebutnya sebagai idealized influence (pengaruh ideal). Dimensi yang pertama ini digambarkan sebagai perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati dan sekaligus mempercayainya. Dimensi yang kedua disebut sebagai inspirational motivation (motivasi inspirasi). Dalam dimensi ini, pemimpin transformasional digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan, mendemonstrasikan komitmennya terhadap seluruh tujuan organisasi, dan mampu menggugah spirit tim dalam organisasi melalui penumbuhan entusiasme dan optimisme. Dimensi yang ketiga disebut sebagai intellectual stimulation (stimulasi intelektual). Pemimpin transformasional harus mampu menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan, dan memberikan motivasi kepada bawahan untuk mencari pendekatan-pendekatan yang baru dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. Dimensi yang terakhir disebut sebagai individualized consideration (konsiderasi individu). Dalam dimensi ini, pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir. Walaupun penelitian mengenai model transformasional ini termasuk relatif baru, beberapa hasil penelitian mendukung validitas keempat dimensi yang dipaparkan oleh Bass dan Avilio di atas. Banyak peneliti dan praktisi manajemen yang sepakat bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin (Sarros dan Butchatsky 1996). Konsep kepemimpinan transformasional ini mengintegrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan-pendekatan watak (trait), gaya (style) dan kontingensi, dan juga konsep kepemimpinan transformasional menggabungkan dan menyempurnakan konsep-konsep terdahulu yang dikembangkan oleh ahli-ahli sosiologi (seperti misalnya Weber 1947) dan ahli-ahli politik (seperti misalnya Burns 1978). Beberapa ahli manajemen menjelaskan konsep-konsep kepimimpinan yang mirip dengan kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan yang karismatik, inspirasional dan yang mempunyai visi (visionary). Meskipun terminologi yang digunakan berbeda, namun fenomenafenomana kepemimpinan yang digambarkan dalam konsep-konsep tersebut lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Bryman (1992) menyebut kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan baru (the new leadership), sedangkan Sarros dan Butchatsky (1996) menyebutnya sebagai pemimpin penerobos (breakthrough leadership). Disebut sebagai penerobos karena pemimpim semacam ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan-perubahan yang sangat besar terhadap individu-individu maupun organisasi dengan jalan: memperbaiki kembali (reinvent) karakter diri individu-individu dalam organisasi ataupun perbaikan organisasi, memulai proses penciptaan inovasi, meninjau kembali struktur, proses dan nilai-nilai organisasi agar lebih baik dan lebih relevan, dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat, dan mencoba untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan. Pemimpin penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkannya. Pemimpin penerobos mempunyai pemikiran yang metanoiac, dan dengan bekal pemikiran ini sang pemimpin mampu menciptakan pergesaran paradigma untuk mengembangkan praktekpraktekorganisasi yang sekarang dengan yang lebih baru dan lebih relevan. Metanoia berasaldari kata Yunani meta yang berarti perubahan, dan nous/noos yang berarti pikiran. Dengan perkembangan globalisasi ekonomi yang makin nyata, kondisi di berbagai pasar dunia makin ditandai dengan kompetisi yang sangat tinggi (hyper-competition). Tiap keunggulan daya saing perusahaan yang terlibat dalam permainan global (global game) menjadi bersifat sementara (transitory). Oleh karena itu, perusahaan sebagai pemain dalam permainan global harus terus menerus mentransformasi seluruh aspek manajemen internal perusahaan agar selalu relevan dengan kondisi persaingan baru. Pemimpin transformasional dianggap sebagai model pemimpin yang tepat dan yang mampu untuk terus-menerus meningkatkan efisiensi, produktifitas, dan inovasi usaha guna meningkatkan daya saing dalam dunia yang lebih bersaing.

Selain Model-model diatas masih ada beberapa tipe kepemimpinan yang ada saat ini, yaitu:

a. Tipe instruktif,

tipe ini ditandai dengan adanya komunikasi satu arah. Pemimpin membatasi peran bawahan dan menunjukkan kepada bawahan apa, kapan, di mana, bagaimana sesuatu tugas harus dilaksanakan. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata menjadi wewenang pemimpin, yang kemudian diumumkan kepada para bawahan. Pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat oleh pemimpin.

Ciri-cirinya ;

v Pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan.

v Pemimpin memberikan batasan peranan bawahan.

v Pemimpin memberitahukan bawahan tentang apa, bilamana, dimana, dan bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya.

v Inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata dilakuakn oleh pemimpin.

v Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin

b. tipe konsultatif,

Kepemimpinan tipe ini masih memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin. Bedanya adalah bahwa tipe konsultatif ini menggunakan komunikasi dua arah dan memberikan suportif terhadap bawahan mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang keputusan yang diambil. Sementara bantuan ditingkatkan, pengawasan atas pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin.

Ciri-cirinya :

ü Pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi.

ü Pemimpin mengadakan komunikasi dua arah dan berusaha mendengarkan perasaan, gagasan, dan saran bawahan.

ü Pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.

c. tipe partisipatif,

sebab kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan, pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan makin banyak, sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan telah memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup luas untuk menyelesaikan tugas.

Ciri-cirinya :

Ø Pemimpin memberikan dukungan tinggi dan sedikit/rendah pengarahan.

Ø Posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dipegang secara berganti antara pemimpin dan bawahan.

Ø Komunikasi dua arah ditingkatkan.

Ø Pemimpin mendengarkan bawahan secara aktif.

Ø Tanggung jawab pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sebagian besar pada bawahan.

d. tipe delegatif,

sebab pemimpin mendiskusikan masalah-masalah yrng dihadapi dengan para bawahan dan selanjutnya mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada bawahan. Selanjutnya menjadi hak bawahan untuk menentuykan bagaimana pekerjaan harus diselesaikan. Dengan demikian bawahan diperkenankan untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan keputusannya sendiri sebab mereka telah dianggap memiliki kecakapan dan dapat dipercaya untuk memikul tanggung jawab untuk mengarahkan dan mengelola dirinya sendiri.

Ciri-cirinya :

Ø Pemimpin memberikan maupun pengarahan sedikit/rendah.

Ø Peminpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan tentang definisi masalah yang dihadapi.

Ø Pengambilan keputusan didelegasikan sepenuhnya kepada bawahan.

Ø Bawahan memiliki kontrol untuk memutuskan tentang cara melaksanaan tugas.

Setiap pemimpin pasti memiliki kekuasaan. Baik itu kekuasaan terhadap anggotanya maupun terhadap lembaga yang dia pimpin. Kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin dapat bersumber dari:

Ø Reward power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahan pemimpinnya.

Ø Coercive power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti arahan-arahan pemimpinnya.

Ø Legitimate power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai hak untuk menggunakan pengaruh dan otoritas yang dimilikinya.

Ø Referent power, yang didasarkan atas identifikasi (pengenalan) bawahan terhadap sosok pemimpin. Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadinya, reputasinya atau karismanya.

Ø Expert power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah seeorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya.
Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.

French dan Raven (1968).

Ditengah-tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda-beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi penerapan gaya-gaya kepemimpinan perlu disesuaikan dengan tuntutan keadaan. Untuk mencapai hal ini maka seseorang poemimpin perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :

1. Kemampuan analitis (analytical skills), yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.

2. Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills), yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap siatuasi.

3. Kemampuan berkomunikasi (communication skills), yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang Anda terapkan.

Ketiga kemampuan diatas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315).

E. KESIMPULAN

Setelah melihat beberapa kejian tentang teori kepemimpinan diatas, Penulis dapat menyimpulkan beberapa hal. Diantaranya adalah:

1. fungsi kepemimpinan memiliki dua aspek dasar yaitu :

ü Fungsi administrasi,

ü Fungsi sebagai top manajemen,.

2. Beberapa teori kepemimpinan yang biasa dijumpai adalah:

ü Teori kepemimpinan sifat

ü Teori Perilaku dan Situasi

ü Teori Kontingensi

ü Teori Behavioristik

ü Teori Humanistik

3. Agar dalam menjalankan tugas kepemimpinan dapat berjalan dengan baik maka seseorang poemimpin perlu memiliki beberapa kemampuan khusus antara lain:

a. Kemapuan analitis

b. Kemampuan fleksibelitas

c. Kemapuan Berkomunikasi, dll

F. DAFTAR PUSTAKA

Manajemen Pendidikan

Sugiartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan . Yogyakarta State University Press. Yogyakarta.

Kurnia, dkk. 2007. Teknik Kepemimpinan. http// teknikkepemimpinan.blogspot.com

Dosuanda. 2007. Paradigma Kepemimpinan. http//Dosuanda.wordpress.com

Locianpwe. 2006. Perkembangan Konsep Manajemen. http//www.forums_siotao.com

Dr. T. Hani Handoko, M.B.A. Maret 2003. Dosen Fakultas Ekonomi UGM (MANAJEMEN Edisi 2)

Prof .Dr. Mustopadidjaja AR. bappenas.go.id/data/paper_makalah/Pelayanan Publik daftar pustaka

Ditulis dalam kuliah

MENJAGA SUMBER DAYA ALAM LAUT


Latar Belakang Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17.504 pulau dengan luas wilayah perairan mencapai 5.8 juta km2 dan panjang pantai 95.181 km merupakan Negara nomor empat terpanjang pantainya dan 75% wilayahnya adalah lautan. Indonesia yang terletak di antara dua benua, Asia dan Australia serta berada di antara dua samudera, Pasifik dan Hindia memiliki potensi unggulan yang sangat strategis ditinjau dari sudut Geopolitik, Geostrategi dan Geoekonomi serta merupakan kawasan yang dinamis dalam lingkup politik, ekonomi, budaya dan pertahanan serta keamanan dunia. Dengan diumumkannya Deklarasi Djoeanda tanggal 13 Desember 1957 Hukum Laut tidak mengenal Subyek Hukum Kepulauan (Archipelago) dan Negara Kepulauan (Archipelago State) tetapi yang diakui sebagai Subyek Hukum adalah Pulau (Island) dan Negara Pulau. Pengakuan sebagai Negara Kepulauan mendapat tantangan dari Negara-negara besar, namun pada tahun 1982 lahirlah Konvensi ketiga PBB tentang hukum laut yang mengakui adanya konsep Negara kepulauan dan konsep Zone Ekonomi Ekslusif (ZEE), setelah diratifikasi maka sejak tahun 1994 Hukum Laut Internasional resmi berlaku dan mulai saat itu bangsa Indonesia mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber daya alam termasuk yang ada di dasar laut dan di bawahnya. (Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu (2007), http://www.maluku-prov.go.id). Rumusan Masalah  Seberapa jauhkah potensi SDA Laut dioptimalkan?  Bagaimanakah solusi untuk memberantas pencurian ikan?  Tindakan apakah yang akan dilakukan oleh TNI-AL? Pembahasan Seberapa jauhkah potensi SDA laut dioptimalkan? Bila kita mampu mengelola dengan optimal, SDA Laut Indonesia bisa menyejahterakan masyarakat. Ironisnya, Indonesia dengan lautan yang luas dan sumber daya ikan yang banyak, belum ada peraturan yang mengatur tentang bagaimana mengelola ikan. Desentralisasi daerah, ternyata belum sepenuhnya dapat diterapkan. Misalnya saja, pengelolaan ikan sebagai sumber daya laut yang dimiliki banyak kepulauan di Indonesia, ternyata daerah belum bisa mengelola sumber daya ini secara optimal. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), menyebutkan bahwa potensi perikananlaut Indonesia yang terdiri atas potensi perikanan pelagis dan perikanan demersal tersebar pada hampir semua bagian perairan laut Indonesia yang ada, seperti pada perairan laut territorial, perairan laut nusantara dan perairan laut Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE). (Prof. Dr. Ir. Ahmad Fauzi, M. Sc., Bogor). Bagaimanakah solusi untuk memberantas pencurian ikan? Sampai saat ini problem illegal fishing di perairan Indonesia sulit diberantas, walaupun pemerintah sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 271 miliar tahun 2008. Terbukti baru-baru ini diperairan Tual, Maluku Tenggara, aparat keamanan kembali menangkap 7 kapal ikan Thailand. Pemerintah telah mengeluarkan UU perikanan No 31 tahun 2004 dan Peraturan Menteri No 17 tahun 2006 yang mengatur ketentuan mata jaring alat tangkap diperairan Indonesia. Akan tetapi, kegiatan illegal fishing tetap saja berlangsung. Ada apa di balik semua itu? Pencurian ikan diperairan Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1970-an. Akibatnya sembilan daerah wilayah pengelolaan perikanan Indonesia, yaitu perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Makasar dan laut Flores, Laut Banda, Laut seram sampai Teluk Tomini, Laut Sulawesi sampai Samudera Pasifik, Laut Arafura dan Samudera Hindia, mengalami tingkat penangkapan lebih (over exploitation). (Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban). Apa saja penyebabnya? Apabila dicermati, penyebabnya antara lain : a. Perizinan yang tidak beres. Illegal fishing terjadi karena :  Pemalsuan perizinan  Duplikasi perizinan  Tanpa adanya perizinan b. Konspirasi bisnis tingkat tinggi antara pengusaha domestik, pengusaha kapal asing, dan oknum-oknum yang dekat elit pengusaha. Mereka mempunyai kekuatan akses politik dan jaringan “ kekuasaan ” yang sulit disentuh aparat keamanan sekalipun. Ada “ komprador “ yang membengking pelaku kejahatan ini dengan perlindungan dan kelancaran pengeluaran izin. c. Tumpang tindih kewenangan dalam mengeluarkan izin penangkapan. Pemerintah daerah kabupaten/kota mengeluarkan izin untuk ukuran kapal penangkap ikan di bawah 10 GT, pemerintah provinsi 10-30 GT dan pemerintah pusat di atas 30 GT. d. Ketidakjelasan data jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Sebabnya:  Data yang digunakan selama ini kurang valid yakni data produksi dan jenis tangkapan yang diambil dari sentral-sentral pendaratan ikan. Padahal, data-data itu sebagian besar tidak dilaporkan dan didaratkan di pelabuhan ikan terdekat.  Metode perhitungan yang digunakan tidak cocok. e. Lemahnya “ posisi tawar politik “ Indonesia dalam organisasi-organisasi perikanan internasional yakni Indian Ocean Tuna Commision (IOTC), Convention on the Conservation of Southen Bluefin Tuna (CCSBT), Multi High Level Conference on the Conservation of Higly Migratory Fish Stock in the Western and Central Pasific Ocean (MHLC) serta Regional Fisheries Management Organization (RFMO). f. Peraturan main yang berkaitan dengan perikanan masih bermasalah. UU Perikanan pasal 29 ayat 1 dan 2 masih memberi celah pada kapal asing untuk menagkap ikan di perairan Indonesia.(UU Perikanan No 31, 2004). Indonesia juga belum menentukan titik-titik batas perairan (ZEEI) yang harus didepositkan pada Sekretariat Jenderal PBB paling lambat akhir 2009. Jika pemerintah mengabaikannya, perairan ZEEI menjadi “ perairan internasional “ dan nelayan Indonesia dianggap illegal menangkap ikan diperairan itu termasuk hasil tangkapannya. (Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban) Di antara sekian sebab-sebab yang telah dijelaskan di atas adapun solusi pemberantasan illegal fishing di perairan Indonesia yakni : a. Memperketat masalah pengeluaran izin tanpa diskriminasi dan uang gelap. Nelayan tradisional dipersulit karena “ uang gelapnya “ tidak ada, sementara pengusaha domestic yang modern atau kapal asing dipermudah karena uang gelapnya lancar. b. Menindak tegas dan mempercepat proses hukum pelaku illegal fishing melalui pengadilan perikanan yang telah ada di lima wilayah yakni Jakarta utara, Madan, Pontianak, Bitung dan Tual. Tidak ada lagi alasan pembebasan pelaku illegal fishing. c. MA perlu melakukan pendidikan khusus bagi hakim-hakim yang akan mengadili perkara dalam bidang perikanan. Hal ini penting karena pengadilan perikanan merupakan hal baru dalam dunia hokum Indonesia. d. Pemerintah melalui DKP perlu menghitung ulang data potensi sumberdaya perikanan nasional dengan menggunakan metode yang tepat. Akan lebih baik hal ini dilakukan pada setiap WPP dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu pemerintah dan DPR perlu membahas dan mengalokasikan dana yang cukup dan rasional. e. Memperkuat posisi tawar politik Indonesia di lembaga-lembaga perikanan internasional sehingga tidak sekadar partisipan. Melainkan menduduki posisi strategis yang mampu mempengaruhi pengambilan keputusan tertinggi dan strategis dalam organisasi itu. f. Mengamendemen dan meratifikasi : o Beberapa pasal UU perikanan No 31 Tahun 2004 yang memberi celah bagi beroperasinya kapal asing. o Pemerintah Indonesia secepatnya menetapkan dan mendepositkan titik-titik batas ZEEI ke Sekjen PBB. o Meratifikasi UN Fish Stock Agreement 1995 yang mengikat para pihak dalam konservasi dan jenis-jenis ikan yang bermigrasi jauh dan terbatas yang mendukung pemberantasan illegal unreported unregulated (IUU) fishing oleh kapal asing dalam bentuk peraturan/perundangan khusus. Kesemua solusi di atas setidaknya dapat mencegah dan memberantas pencurian ikan di perairan Indonesia. (Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban). Tindakan apakah yang akan dilakukan oleh TNI-AL? TNI-AL akan menindak tegas secara hukum dan bila perlu menenggelamkan kapal-kapal pencurian ikan di perairan Indonesia. Aparatur TNI-AL sudah diinstruksikan KSAL untuk meningkatkan pengamanan wilayah laut Indonesia dari kejahatan penyelundupan dan pencurian ikan. Khusus kepada pencurian ikan, TNI-AL akan lebih tegas dengan tetap menekankan ketentuan hukum, selain melakukan pembinaan-pembinaan kepada pengusaha ikan dan lainnya untuk mengurangi pelanggaran-pelanggaran. Namun, jika mereka masih tidak peduli dengan melakukan tindakan kejahatan mencuri ikan, maka aparat TNI-AL tidak akan ragu-ragu menindaknya. (Komandan Pangkalan Utama TNI-AL VII Laksamana I, Abdul Malik Yusuf). Dalam pelaksanaan penegakan hukum itu, tetap akan dipertimbangkan sisi kemanusiaannya. Kapal pencuri yang ditangkap, akan ditenggelamkan setelah anak buah kapal diselamatkan dahulu. Sebagai contoh : Jika terdapat lima kapal pencuri satu kapal akan digunakan untuk mengangkut ABK maka empat lainnya akan ditenggelamkan. Akan tetapi, tidak semua Negara asing melakukan pencurian ikan diperairan Indonesia, karena ada juga yang bekerjasama dengan pemerintah. Kerjasama itu, dengan mengikuti ketentuan dan aturan-aturan yang ada. Seperti mengenai tonase dan alat jaring tangkapan yang digunakan. ( Komandan Lantamal VII, Abdul Malik Yusuf). Lokasi-lokasi yang sangat rawan kegiatan pencurian ikan berada di Selat Karimata. Saat ini konsentrasi kapal-kapal perang TNI-AL lebih banyak di lokasi itu. Mengenai banyaknya kegiatan nelayan asing diperairan dekat dengan Kabupaten Ketapang, Kal-Bar, akan menjadi perhatian serius pula. Namun TNI-AL harus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Keterbatasan jumlah personel dan peralatan yang dimiliki juga menjadi kendala wilayah pengamanan wilayah laut Indonesia. Pada tahun 2002, TNI-AL sudah melakukan akuntabilitas public berkaitan dengan penggunaan uang rakyat unruk perawatan dan operasional. Namun keadaan batas dan alat yang terbatas, masih tetap menjadi kendala kerja TNI-AL. Luas laut Indonesia yang mencapai 5.866.000 Km2, memerlukan sedikitnya 1.086 kapal untuk pengamanan. Namun yang ada saat ini baru mencapai 181 kapal TNI-AL, ditambah Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai, Bea Cukai serta Polisi. Sementara berkaitan dengan pengamanan pulau-pulau di Indonesiadari masuknya WN asing, sesuai dengan telegram KSAL keseluruh jajaran TNI-AL, diharuskan setiap kapal yang melakukan patroli singgah ke pulau-pulau kecil di perairan Indonesia. Di samping melakukan pembinaan desa-desa pesisir masyarakat nelayan, kapal-kapal yang berlayar di dekat pulau-pulau kecil harus singgah dan turun kesana. (Danlantamal Abdul Malik Yusuf). Kesimpulan  Luas perairan laut Indonesia diperkirakan sebesar 5.8 juta km2 dengan garis pantai terpanjang di dunia sebesar 95.181 km dan gugusan pulau-pulau sebanyak 17.508, memiliki potensi ikan yang dapat di tangkap di perairan Indonesia atau diperoleh dari perairan ZEEI.  TNI-AL akan menindak tegas secara hukum bagi kapal-kapal pencurian ikan di perairan Indonesia.  Kesemua problem dan solusi dari illegal fishing di atas setidaknya dapat mencegah dan memberantas pencurian ikan di perairan Indonesia. Daftar Pustaka Yusuf, Abdul Malik (………). TNI-AL Akan Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan di Indonesia. Satunet.com Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban (……..). Memberantas Pencurian Ikan. Sinar Harapan Ralahalu, Karel Albert (2007). Tahun Emas Deklarasi Djoeanda. http://www.maluku-prov.go.id Prof. Dr. Ir. Ahmad Fauzi, M. Sc. (……..). Potensi Sumber Daya Laut Belum Dioptimalkan. Bogor

Ditulis dalam kuliah
Halaman
November 2014
S S R K J S M
« Des    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Blog Stats
  • 92,604 hits
Top Clicks
    Flickr Photos
    Flowers at last

    Late November II (Explored)

    Stack'em High

    More Photos
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.