BIMBINGAN KARIR

BAB I

BIMBINGAN KARIR DI PENDIDIKAN TINGGI

(Perguruan Tinggi)

  1. I. PENDAHULUAN

Masa usia 18-25 tahun merupakan tahapan usia dewasa awal dimana mereka telah memahami arti kehidupan yang sesungguhnya dan orang tua mulai memberi lebih banyak peluang bagi mereka dalam mengambil keputusan pada setiap permasalahan yang juga bersifat lebih kompleks.

Pada umumnya terdapat dua permasalahan besar yaitu melanjutkan studi di jenjang perguruan tinggi atau langsung kerja. Keputusan tersebut tergantung pada tingkat kemampuan intelektual yang telah diperolehnya setelah menyelesaikan SMU. Sanggupkah ia melanjutkan studi dan mampu lulus UMPTN?. Bila tidak, keputusan lainnya adalah tergantung pada kemampuan ekonomi keluarga untuk mendukungnya masuk ke perguruan tinggi dengan biaya tinggi dan berkelanjutan hingga selesai studi.

Bagi pada dewasa awal yang berkesempatan meneruskan studi ke perguruan tinggi, mereka dihadapkan pada tantangan mewujudkan potensi intelektualnya ke tingkat pendidikan:

  1. yang mempersiapkan mereka “semi professional working skills” (untuk program D2, D3 atau politeknik)
  2. yang mempersiapkan mereka “professional working skills” (untuk program S1)

Hingga mereka memperoleh keahlian khusus dalam bekerja sesuai dengan fakultas/jurusan yang telah diperolehnya.

Keaktifan mahasiswa diorganisasi kemahasiswaan/ekstra kurikulum akan juga memberi andil terhadap kompetensi personal dan sosialnya dan diwujudkan dalam “human/communication skills” dalam proses kerja kelak atau dan hidup bermasyarakat.

II. PERKEMBANGAN KOGNITIF

Potensi intelegensi pada usia SMU merupakan kondisi pencapaian puncak tertinggi dari IQ. Bila seseorang mampu merealisasikannya dengan baik maka pada usia dewasa awal (mahasiswa) akan mempermudah dirinya untuk mewujudkannya lebih lanjut dalam proses perkuliahan. Pengembangan aspek kognitif mahasiswa terlihat pada:

  • Kemampuan berpikir tinggi, bernalar secara kritis, logis dan kreatif
  • Kemampuan berpikir abstrak terhadap kenyataan kongkrit dari masalah yang dihadapinya dalam perkuliahan
  • Berpikir hipotesis deduktif atau berpikir ilmiah
  • Pengembangan meta kognisi dengan pAndangan global terhadap permasalahan yang dihadapi
  • Berpikir epistemologis yang bersifat integrasi potensi

Mahasiswa mampu mengendalikan pikirannya dengan cakrawala pAndangan yang relatif lebih luas sehingga mereka mamiliki potensi mental yang tinggi dan potensi emosi yang memadai sebagai seorang yang idealis.

III. PERKEMBANGAN SOSIO EMOSIONAL

Seseorang yang dapat menikmati pendidikan tinggi mempunyai kebanggaan diri dan kepercayaan diri dalam bergaul terbanding mereka yang tidak punya kesempatan melanjutkan studi.

Teman-teman sebaya di perkuliahan akan mengembangkan potensi sosial mereka. Proses pembelajaran di perkuliahan yang aktif dan kreatif juga dapat menampung keberaian sosila mereka dalam brinteraksi sosial di masyarakat. Keaktifan berorganiasasi pada kegiatan ekstra kurikuler (intra organisasi kemahasiswaan) juga dapat mengembangkan kepemimpinannya dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki multi budaya dan tiap budaya memiliki karakteristeik tertentu yang berbeda dengan yang lain dan yang mempersatukannya adalah falsafah hidup Pancasila. Namun demikian pola budaya tertentu akan berpengaruh pada gaya hidup dan nilai-nilai kehidupan pribadi seseorang dan cara menampilkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesadaran diri remaja akan potensi daerah dimana mereka berasal dan bermukim akan sangat berpengaruh pada keinginan untuk membanguan daerahnya di era pengambangan otonomi daerah di awal abad 21 ini.

Gambaran kehidupan mengenal lawan jenis, akrab dan menjalin hubungan ke arah jenjang perkawinan serta mempersiapkan diri untuk bekerja sesudah menamatkan studi di perguruan tinggi menjadi target dan sekaligus tantangan bagi perencanaan kehidupan masa depan mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki “coping skills“ yaitu kemampuan memecahkan masalah untuk menghadapi tantangan yang datang dini dan lingkungannya.

IV. PERKEMBANGAN KARIR

Tahap perkembangan karir bagi mahasiswa di usia dewasa awal merupakan tahapan yang bukan lagi tentatif tapi realistis. Mahasiswa tetap bersikap eksploratif tetapi sasarannya lebih mengarah tajam dan realistis pada karir yang ingin dicapai sesuai dengan jurusan studi di perguruan tinggi.

Misalnya, mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi jelas sasarannya untuk menjadi seorang akuntan yang kelak bekerja di perusahaan.

  • Mahasiswa fakultas farmasi akan bekerja di perusahaan yang memproduksi obat-obatan atau sebagai apoteker
  • Mahasiswa fakultas ilmu komputer akan bekerja sebagai programer komputer spesialis dokumentasi teknis, spesialis CAD, dsb

Variasi pilihan kerja akan tergantung pada minatnya selain keahlian di bidangnya. Misalnya, seorang sarjana hukum tidak harus selalu menjadi hakim, jaksa atau pengacara. Bila ia lebih menguasai hukum ketatanegaraan maka ia bisa bekerja di Pemda atau Depdagri. Bila ia lebih menguasai hukum dagang ia dapat berkiprah kerja diperbankan atau industri manufaktur.

Oleh karena itu para mahasiswa dalam proses belajar tetap mempelajari secara ekspolatif berbagai peluang kerja yang bersifat realistis untuk menghindari kemungkinan pengangguran. Bila mahasiswa kurang belajar dengan motivasi maka resiko yang akan dialami setelah lulus adalah sulit bersaing merebut peluang kerja.

Mahasiswa pria dan wanita pada hakekatnya mempunyai peluang yang sama untuk mewujudkan cita-cita karirnya tetapi bagi wanita masih memerluakan pertimbangan lain yiatu menjadi wanita pekerja (wanita karir) yang menunda perkawinan atau kawin lebih dulu baru bekerja bila diizinkan suami, atau sama-sama bekerja dengan suami. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan karir di perguruan tinggi yaitu:

  • Keserasian pengambangan potensi akademik yang maksimal dan pengambangan sosio emosional yang mantap agar dapat menunjang kesiapan bekerja dan berkeluarga
  • Konsistensi dalam melakukan tugas dan tanggung jawab perkuliahan untuk melatih tanggung jawab dalam proses kerja
  • Mengikuti perkembangan informasi IPTEK yang berkenaan perkembangan bidang studi serta kematapan iman dan takwa
  • Melatih kemampuan meneliti dan membaca berbagai literatur agar wawasan keahlian yang dimiliki menjadi mantap apalagi bila sering terlibat dalam seminar atau lokakarya
  • Berkonsultasi dengan penasehat akademis terhadap berbagai kemungkinan hambatan pribadi dan akademis
  1. IV. PERAN KONSELOR PERGURUAN TINGGI

Beberapa pendekatan yang dikembangkan oleh konselor untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan perencanaan karir mahasiswa diperguruan tinggi yaitu:

  • Penyelenggaraan seminar, lokakarya, kursus sebagai pengalaman pembelajaran yang menunjang perencanaan karir
  • Penyelanggaraan konseling kelompok untuk memperlancar perkembangan pribadi dan karir
  • Penyelenggaraan konseling individu terhadap permasalahan pribadi mahasisiwa
  • Simulasi program penempatan kerja

VI. PENYELENGGARAAN SEMINAR, WORKSHOP DAN KURSUS

Upaya untuk mempopularitaskan bimbingan karir bagi para mahasiswa, dosen konselor dan para penasihat akademis dapat berekrja sama menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk seminar, workshop atau kursus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa jurusan dengan topik misalnya PEMAHAMAN DIRI yang akan terarahkan pada kemampuan mahasiswa memahami nilai, minat, bakat dan sifat serta perilaku khusus dan pengaruh lingkungan. Contoh :

  1. PEMAHAMAN DIRI DALAM KARIR

Sesi 1 : Presentasi diri yang menggambarkan konsep diri yang mencakup

sifat, sikap, perasaan dan potensi diri

Sesi 2 : Presentasi diri yang mengungkapkan konsep diri ideal (ideal self

future) atau “Saya ingin menjadi apa dan siapa kelak”

Sesi 3 : Penelaahan terhadap kekuatan dan kelemahan selama ini yang

dihadapai untuk mencapai konsep diri yang ideal tersebut

Sesi 4 : Pengambilan keputusan untuk memaksimalkan diri dan

meminimalkan hambatan

Peran konselor sebagai moderator.

  1. ARAH JURUSAN / PROGRAM STUDI TERHADAP PERENCANAAN  KARIR PROFESI
  2. KURSUS / PRAKTEK MATA KULIAH YANG DIANGGAP SULIT OLEH MAHASISWA (diselenggarakan oleh mahasiswa senior dan asisten dosen)

VII. KONSELING KEMLOMPOK

Mencakup berbagai permasalahan yang berkembang melalui survey terbatas.

Bentuk 1 : Fokus pada klarifikasi masalah dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi keraguan, kecemasan atau ketidakpastian

Bentuk 2 : Fokus keahlian dalam mengambil keputusan

Bentuk 3 : Fokus pola karir dan kematangan karir

Bentuk 4 : Fokus konsep diri dalam karir

VIII. PROGRAM BIMBINGAN KARIR DENGAN PENDEKATAN KELOMPOK DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA

  • Layanan informasi dan orientasi dengan materi bimbingan ”Arah Mata Kuliah terhadap Keahlian Kerja (Work Skill)“
  • Layanan bimbingan kelompok dengan materi bimbingan ”Cara Mengikuti Perkuliahan Secara Efektif“
  • Simposium ”Perkembangan Karir Dalam Proses Kerja“ dengan menampilkan praktisi lapangan (alumni yang mempunyai keberhasilan karir) dengan topik khusus yang berbeda-beda. Misalnya, pembicara 1 tentang relevansi keahlian akademis terhadap keahlian kerja, pembicara 2 tentang proses penempatan kerja, pembicara 3 tentang hubungan kerja dan kepuasan kerja, dengan moderator dosen konselor.
  • Simposium ”Kiat Keberhasilan Dalam PPL / Kiliah Kerja Nyata / Magang Kerja“

TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KARIR DI SMK

  • Karakteristik kurikulum di SMK dan tujuan institusional SMK (jenis-jenis SMK)
  • Arah mata pelajaran terhadap kesiapan keterampilan kerja
  • Pendidikan sistem gAnda
  • Pembentukan dari pengembangan karakteristik siswa SMK untuk mencapai kualitas siap kerja
  • Perkembangan kognitif dan kepribadian siswa SMK
  • Ruang lingkup bimbingan karir kejuruan di SMK
  • Model terpadu bidang bimbingan di SMK
  • Budaya industri dalam proses pembelajaran terhadap keterampilan kerja
  • Keterampilan dan sikap kerja profesional
  • Uji kompetensi sebagai evaluasi kualitas keterampilan kerja
  • Persiapan diri untuk mengikuti praktek PSG (praktek lapangan)
  • Kecerdasan emosional dalam proses kerja
  • Hubungan antar pribadi dalam proses kerja
  • Peran konseling karir terhadap masalah karir

TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KARIR DI PERGURUAN TINGGI

  • Konsep diri ideal mahasiswa
  • Arah jurusan / program studi terhadap perencanaan karir profesi
  • Hubungan kompetensi profesional dengan keahlian kerja
  • Hubungan kompetensi sosial dengan keahlian dalam menjalin hubungan kerja
  • Perkembangan karir dalam proses kerja
  • Proses penempatan kerja
  • Eksistensi jurusan terhadap kesempatan kerja pada lingkup potensi otonomi daerah
  • Hubungan kerja di bidang kerja / jasa
  • Kepuasan kerja sesuai dengan target profesi jurusan
  • Analisa jabatan terhadap alternative kesempatan kerja target jurusan
  • Tingkat jabatan semi profesional dan profesional dan managerial
  • Manfaat konseling karir

RAMUAN POKOK MENITI KARIR

PENDAHULUAN

Kita semua hidup dalam masyarakat besar dan tidak hidup sendiri-sendiri, maka sebagai anggota masyarakat kita harus menyesuaikan diri pada keadaan masyarakat tempat kita hidup. Penyesuaian diri ini dicirikan dengan mematuhi rambu-rambu seperti yang tertera dalam AGIP (singkatan dari adaptation atau adaptasi, goal setting atau menentukan tujuan, integration atau menyesuaikan diri atau berintegrasi dan pattern maintenance atau mempertahankan diri dari masyarakat tempat kita hidup (Pearson, Sosiology)

Di samping itu ciri penyesuaian diri yang serasi ditAndai dengan menggunakan teori komunikasi yaitu penyerasian antara yang berbicara dengan yang diajak bicara (communicator an communicate). Penyesuaian ini pada galibnya berupa apa yang disebut empathy (berasal dari kata endos dan pathos yang berarti suatu perasaan).

Dalam teori komunikasi menurut Berlo, antara komunikator dan komunikati harus menyesuaikan tingkah lakunya, budi bahasanya, lingkungan, status sosial dan sebagainya. Misalnya orang harus berpidato tentang kemiskinan, tetapi waktu berpidato ia memakai perhiasan-perhiasan yang menyolok dan mahal. Belum bahasa yang dipakai seperti orang berbicara di Gunungkidul ia menggunakan bahasa Inggris, dan lain-lain.

Dalam era globalisasi yang memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan yang ketat diperlukan tenaga kerja dengan kepribadian sosial yang dipunyai. Disamping memiliki profesionalitas yang tinggi atau dalam dunia pendidikan memiliki IQ yang tinggi harus pula memiliki EQ (emotional quotient) yang tinggi pula. Orang-orang yang sukses dalam kehidupan tidak saja hebat dalam arti akademiknya tetapi baik pula dalam hubungan dengan sesamanya. Untuk dapat berinteraksi dengan baik dengan sesame, selain memiliki kecerdasan emosional yang baik perlu mempunyai bekal sopan santun kapan dan dimana saja.

Bekal sopan santun dapat menunjang orang dalam menghadapi / mencari lapangan kerja, sebagai contoh jika ada sebuah lowongan pekerjaan yang didatangi pelamar lebih dari seseorang, maka sopan santun seorang dapat menjadi salah satu kriteria untuk memilih pelamar, karena itu bimbingan sopan satntun terutama yang berhubungan dengan ketenagakerjaan (karir) asangat diperlukan.

Dalam makalah ini berturut-turut akan dibicarakan tentang penampilan, sopan santun, dan kepribadian.

  1. A. PENAMPILAN

Dalam kita mengadakan komunikasi atau interaksi, pertama-tama kita akan saling melihat bagaimana penampilan kita. Ada penampilan yang simpatik ada yang tidak. Justru penampilannya menjengkelkan. Tentu saja yang diharapkan kita dapat berpenampilan yang baik di hadapan siap, kapan, dan dimana saja.

Ada dua jenis penampilan :

  1. Penampilan yang berorientasi pada fisik yang sering disebut performance
  2. Penampilan yang berorientasi pada psikis yang sering disebut appearance

Performance

Performance adalah penampilan seseorang yang dilihat dari segi fisik atau lahiriyah, meliputi : postur tubuh, bagaimana seseorang menggerakkan bagian-bagian tubuhnya, bagaimana dia berjalan, duduk, berdiri, menggerakkan anggota badan sewaktu berbicara dengan orang lain.

Tentu saja penampilan yang baik bila postur tubuh orang itu tidak kaku, melainkan luwes dan sopan dalam menggerakkan tubuhnya, enak dipAndang. Bagaimana orang itu berpakaian, menata rambut, dan menghias wajahnya. Semua itu dihias rapih dan serasi sesuai dengan kondisi tubuh dan wajahnya, yang sifatnya sangat individual. Jadi kita tidak dapat mengenakan pakaian, model rambut dan rias wajah seperti teman kita yang sebenarnya kondisi tubuh, warna kulit, bentuk wajah, dan jenis rambut yang berbeda. Kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang kita miliki. Kita tidak bisa sekedar meniru mode, yang kadang-kadang hanya karena ingin mengikuti mode sehingga penampilan kita tampak lucu dan kurang enak dipAndang. Dalam berpakaian perlu kita ingat segi moral, nilai dan agama, juga kesehatan.

Berkaitan dengan moral, nilai dan agama misalnya pakaian yang cukup sopan, tidak menonjolkan bagian-bagian tubuh yang merangsang (tanpa lengan, ketat sekali, belahan rok yang terlalu tinggi, dan sebagainya). Terlebih lagi penampilan kita bila kita sedang mempunyai keperluan menghadap seseorang dalam rangka melamar atau mencari kerja, atau sedang mengambil tes/wawancara untuk keperluan tersebut.

Segala gerak-gerik, penampilan maupun berbicara kita tidak luput dari proses penilaian, maka kita harus mempersiapkan diri sedemikian rupa. Dan yang paling tepat bila selama ini kita telah membiasakan berpenampilan baik dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam melakukan tes/wawancara dalam rangka melamar pekerjaan kita tidak akan canggung lagi. Semoga kita dapat berpenampilan wajar dan simpatik.

Appearence

Appearence juga berarti penampilan dan walaupun penampilan ini juga dapat diamati, namun appearence itu penampilan fisik yang merupakan pancaran dari situasi batin kejiwaan kita. Seseorang yang penyabar, tulus, jujur, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, dan sifat –sifat lain yang positif, akan nampak dari penampilan fisiknya (performance-nya). Sebaliknya seseorang yang tidak jujur akan telah dapat terlihat dari sorot matanya, seorang yang sombong akan kelihatan dari gerakan bibirnya dan gerakan wajah dan anggota badan yang lain. Cara berjalan orang yang sombong, kepala akan cenderung menghadap ke atas, dan menaikkan bibir sebelah ke atas atau kesamping. Orang itu biasanya mahal senyum.

Untuk kedua jenis penampilan tersebut (baik performance maupun appearence) bagi orang yang berparas baik (cantik/ganteng) belum tentu akan memiliki penampilan yang simpatik. Mungkin seseorang yang berparas biasa-biasa saja bahkan cenderung ke jelek, namun penampilannya wenawan hati siapa yang memAndang.

Sehingga bagi orang yang berparas kurang baik jangan berkecil hati tidak dapat tampil simpatik. Bagi orang yang akan melamar pekerjaan atau menghadapi pimpinan maupun teman-teman sejawat perlu menjaga penampilan diri yang memadai. Artinya :

Penampilan yang wajar dan tidak berlebihan/over acting, penampilan yang tidak dibuat-buat (berarti polos) tampilan pakaian yang serasi baik model dan warnanya, rias wajah yang tidak menyolok (juga norak). Penampilan perlu disesuaikan dengan waktu dan tempat. Sewaktu melamar pekerjaan adalah waktu dan tempat yang memerlukan penampilan yang mengesankan.

  1. B. SOPAN SANTUN

Manusia adalah makhluk berpikir atau Homo Sapiens, makhluk sosial atau Homo Sosialis serta makhluk bekerja atau Homo Faber. Dalam berinteraksi dengan sesama diperlukan norma, etika, tatakrama, moral, dan sebagainya, sehingga timbul tatanan kehidupan manusia, termasuk etika profesi dan sopan santun yang disepakati, termasuk dikelompok pekerjaan.

Tujuan sopan santun adalah : 1) menghormati orang lain, 2) tindak tanduk kita tidak menyinggung orang lain, 3) memberikan kesan yang menyenangkan, dan 4) tidak merugikan orang lain. Untuk bersopan santun dibutuhkan disiplin dan toleransi, dalam berkomunikasi dibutuhkan empathi, inferensi (mawas diri). Disamping itu sesuai dengan teori Maslow, salah satu kebutuhan manusia adalah penghargaan, oleh karena itu perlu selalu menghargai orang lain.

Berturut-turut akan dibicarakan mengenai berbagai macam sopan santun dalam meniti karir mulai dari waktu melamar dan bagaimana pergaulan dalam karir bersama serta sikap-sikap lain selama berkarir.

  1. Sopan Santun dalam surat menyurat (melamar, dan lain-lain)

Surat lamaran termasuk surat dinas harus diketik yang rapih dengan kertas khusus untuk surat dinas dan sampul panjang. Ketikan harus jelas, bersih teratur dengan bahasa yang sederhana. Format seperti 3 cm dari tepi kanan, 4 cm dari tepi kiri dan 4 cm dari tepi atas. Selanjutnya semuanya harus dikerjakan dengan tertib.

  1. Sopan Santun pada waktu wawancara

Pada waktu wawancara yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: Sikap hendaklah simpatik, misalnya sebelum dipersilahkan duduk tidak langsung duduk. Sebelum masuk ruangan pakailah fasilitas kesed, penampilan bersih ekspresi muka cerah, nada suara halus, melihat ke orang yang dihadapai, memilih kata-kata yang tepat, tidak gelisah dan percaya diri. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus sopan (misalnya jangan memasukkan tangan di saku dan sebagainya). Pada waktu bersalaman dengan sikap : tegas, hormat, bersahabat.

  1. Sopan Santun di tempat wawancara

a            Sikap dalam kedinasan

Hormatilah siapa saja, meskipun lebih muda. Kesukaran/ usul hendaklah disampaikan atasan langsung. Kurang pantas menyampaikan kesalahan orang lain, hanya sekadar untuk memperbaiki kedudukan sendiri. Tamu pribadi jangan diterima dikantor, kalau tidak perlu sekali. Waktunya dibatasi, jadi berbicara ”to the point“ saja.

b           Hubungan antara yunior dengan senior

Memberikan penghormatan professional dan menerima tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

c            Hubungan yunior dengan yunior

Saling menghormati, bekerja sama dan tidak meremehkan rekan lain, saling menyapa setiap bertemu dan tidak saling menjatuhkan, malahan saling melindungi sesama

d           Antara senior dengan yunior

Saling memberi informasi tentang peningkatan mutu profesinya, saling memberi dan menerima dan hubungan berlAndaskan butir-butir dalam pancasila.

Selanjutnya dalam hubungan antara senior dengan yunior, maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) memberi bimbingan dan pengarahan, 2) memberi contoh, 3) memberi dorongan, 4) menularkan ilmunya, 5) memberi kesempatan, 6) menghargai.

Agar supaya mendapat sukses dalam bergaul dikedinasan diperlukan : 1) berusaha supaya disukai orang, 2) menghargai pekerjaan orang lain, 3) menghindarkan permusuhan, 4) menarik dalam percakapan, 5) memberikan semangat, 6) jika mengkritik dengan hati-hati, 7) teknik berbicara baik dengan cara menjadi pendengar yang baik, tidak memborong pembicaraan, 8) gembira dalam kehidupan, 9) seperasaan, 10) menaruh perhatian kepada orang lain.

e            Menghargai waktu

Dalam kedinasan, mentaati disiplin waktu sangat diperlukan, jangan sampai membudayakan jam karet. Lebih baik datang 5 menit sebelum acara dimulai, termasuk menggunakan fasilitas telpon juga seperlunya kalau berbicara karena termasuk fasilitas untuk orang banyak.

f            Mengetahui pengetahuan protokoler

Dalam pengaturan kedinasan ada peraturan protokoler, misalnya pada pengaturan tempat duduk harus mengingat : 1) pangkat, 2) jabatan dan senioritas. Tempat duduk yang paling terhormat adalah dimuka sebelah kanan.

  1. C. KEPRIBADIAN

Dalam uraian ini akan meninjau kepribadian manusia pada umumnya dan kepribadian mahasiswa pada khususnya, terutama untuk pencari kerja.

  1. Pengertian

Kepribadian merupakan alih bahasa dari Personality, yang berasal dari kata persona (kedok, topeng). Kedok atau topeng dahulu merupakan alat yang dipakai oleh pemain sandiwara, pemain wayang orang sesuai dengan peran yang harus dilakukannya. Dengan menggunakan topeng itu pemain menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan perannya, misalnya topeng raksasa maka peran yang dilakukannya kasar, sedang peran ksatria dilakukan dengan tingkah laku yang halus. Demikian peran raja, putrid kedaton dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia sebenarnya mempunyai kedok/topeng yang bermcam-macam pula, tetapi hany berupa ekspresi wajah. Artinya apa yang terkandung di dalambatin/jiwa diekspresikan keluar lewat/ melalui wajah maupun tingkah lakunya. Cobalah, jika Anda sedang marah, cepat-cepatlah bercermin : apa yang nampak? Atau bila teman/kekasih/ibu/bapak – Anda sedang marah, apakah ada perubahan di wajahnya ? demikian pula jika sedang sedih, kehilangan sesuatu, tidak lulus dan sebagainya. Ternyata ekspresi wajah itu dapat berubah-ubah (banyak topeng) dan berganti-ganti sesuai dengan keadaan.

  1. Definisi Kepribadian

Dalam uraian ini akan disitir salah satu definisi sebagai berikut : menurut Witherington, kepribadian ialah keseluruhan tingkah laku seseorang yang diintegrasikan sebagai mana yang tampak pada orang lain. Jadi bukan yang melekat pada diri individu tetapi lebih merupakan hail perkembangan yang lama dalam lingkungan/kultur. Maka dapat diperinci sebagai berikut:

Kepribadian secara umum ialah kesan yang ditimbulkan oleh sifat-sifat lahiriah misalnya cara berbicara, berpakaian, dan sebagainya. Kepribadian secara khusus mempunyai arti khas, unik yang selamanya ada dalam individu tetapi tidak nampak pada observasi sepintas saja.

Untuk mengetahui kepribadian seseorang memerlukan waktu bergaul yang cukup lama sehingga terjadi perasaan bebas, misalnya waktu piknik, sebaliknya dalam waktu tertekan muncul prilaku yang selalu ditutupi, misalnya bicara kasar (jawa = misuh). Selain kepribadian akan lebih dimengerti dengan melakukan tes kepribadian secara ilmiah.

  1. Terbentuknya Kepribadian

Kepribadian menurut para ahli adalah potensi yang diturunkan/herediter, dengan kata lain disebut factor dasar. Dengan dipengaruhi oleh factor lingkungan, maka terbentuklah kepribadian masing-masing individu sesuai dengan situasi dan kondisinya.

Lingkungan yang ikut membentuk kepribadian disebut factor ajar secara luas, factor ajar yaitu baik berasal dari alam maupun dari lingkungan benda buatan manusia, yang sengaja membuat individu melakukan belajar, berpengalaman, maupun bereksperimen. Salah satu andil yang sangat besar untuk membentuk kepribadian adalah pendidikan yang dialami sejak dalam kandungan atau pra natal maupun setelah lahir atau post natal. Secara umum pendidikan dilakukan di dalam keluarga, di sekolah serta di dalam masyarakat. Pendidikan yang dialami individu dilaksanakan secara formal maupun secara nonformal. Pendidikan formal dilakukan di Taman Kanak-Kanan, di Sekolah Dasar, di Sekolah Menengah Pertama, dan di Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Umum serta tingkat Perguruan Tinggi.

  1. Kepribadian Mahasiswa

Mahasiswa pada umumnya telah mengenyam pendidikan bertahun-tahun lamanya, sejak dalam kandungan dan masa anak kecil dilanjutkan di pendidikan yang formal yaitu tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Tingkat Perguruan Tinggi. Maka sudah sepantasnya pribadinya mendekati kematangan, setidak-tidaknya menuju kematangan. Usia mahasiswa telah mencapai kematangan fisik, maka diharapkan agar mencapai kematangan psikis atau mentalnya serta sosialnya.

Andaikata belum mencapai kematangan yang sempurna masih banyak kesempatan menggunakan peluang untuk berusaha mencapai kedewasaan lahir batin dan kepribadian yang matang.

  1. Kepribadian Yang Matang

Manusia telah dianggap dewasa apabila telah mempunyai jiea/mental yang matang, selain fisik yang telah masak secara biologis. Keadaan ini sering disebut pula telah mempunyai kepribadian yang matang.

Para ahli mengidentifikasi cirri-ciri kematangan kepribadian atau kepribadian yang dianggap matang. Antara lain pendapat Anderson bahwa cirri-ciri itu sebagai berikut :

a      Berorientasi kepada tugas yang dikerjakan, tidak untuk kepentingan pribadi/ego

b      Tujuan-tujuan yang ingin di capai jelas, dapat didefinisikan secara cermat. Bekerja secara efisien dan terarah

c      Mengendalikan perasaan pribadi serta mempertimbangkan perasaan orang lain

d     Memiliki sikap objektif, berusaha mencapai keputusan sesuai dengan kenyataan

e      Menerima kritik dan saran faham bahwa dirinya tidak selalu benar dan membutuhkan peningkatan diri

f       Bertanggung jawab terhadap usaha pribadi namun memberi kesempatan orang lain untuk membanyunya.

g      Penyesuaian diri yang realistis terhadap situasi baru, memiliki ciri yang fleksibel dan menempatkan diri seirama dengan kenyataan.

Ciri-ciri tersebut hendaknya dimiliki oleh orang dewasa dalam hidup sehari-hari, dalam menjalankan tugas hidup bersama orang lain.

Mahasiswa harus masih melaksanakan tugasnya yaitu belajar secara akademik maupun dalam membentuk pribadinya. Jadi masih dalam proses kematangan. Mahasiswa juga menyiapkan diri sebagai pencari kerja sesuai dengan profesi yang ditekuni.

  1. Kesimpulan

Telah disebutkan bahwa manusia sejak lahir telah membawa potensi kepribadian yang diturunkan/diwariskan, namun dengan pengaruh dari lingkungan pribadi terbentuk dan diwarnai sesuai dengan kondisi yang ada. Mahasiswa masih dalam proses membentuk kepribadian dan melakukan tugas akademik serta bersiap diri mencari pekerjaan yang sesuai dengan profesi yang dimiliki. Untuk melancarkan usahanya perlu mendapat Bimbingan Karier dan Pelatiahn yang memadai.

BAB II

PELUANG MASA DEPAN DAN KESEMPATAN KERJA

  1. A. PENDAHULUAN
    1. Dunia sekarang ini yang dimotori oleh negara-negara maju sedang melangkah ke-abad 21, dengan berbagai problemnya masyarakat industri sedang dalam transformasi menuju ke masyarakat informasi Teknologi yang akan berhadapan langsung dengan ”High Technology“ yang menuntut bukan hanya bekerja lebih keras tetapi juga bekerja lebih cerdas (Alfin Toffler).
    2. Karena kemajuan jaringan komunikasi yang didukung oleh teknologi tinggi, dunia ini akan menjadi semakin kecil dan sempit. Batas wilayah pemerintahan dan negara menjadi semakin tidak jelas, perekonomian lokal, nasional, regional akan berubah dengan sangat cepat menjadi perekonomian global. Saling ketergantungan anatr negara akan menjadi ciri utama pada masyarakat dunia pada abad yang sebentar lagi akan kita alami bersama.
    3. Segala bentuk Sentralisasi sesuai dengan tantangan perkembngan lingkungannya akan berubah menjadi Desentrealisasi, Kelembagaan akan menjadi Swakarsa, Hirarchi akan berubah menjadi Network, Pilihan Tunggal dan Terbatas akan ditinggalkan orang karena masyarakat akan selalu menuntut adanya Banyak Pilihan dan Banyak alternatif.
    4. Informasi akan menerjang ke segenap penjuru, disukai atau tidak, informasi akan merasuk lingkungan kehidupan manusia tanpa dapat dibatasi baik oleh ruang maupun oleh batas waktu. Tidak ada satu negarapun yang mampu untuk melindungi warganegaranya dari intervensi informasi yang masuk melalui berbagai media.
    5. Manusia akan terseleksi secara alamiah, apakah akan terpuruk menjadi kelompok yang tersisih atau masuk ke dalam kelompok yang eksis.
  1. B. PELUANG BISNIS DAN PELUANG KERJA DENGAN MENGEMBANGKAN POTENSI EKONOMI KERAKYATAN
    1. Yang dimaksud potensi adalah segala sesuatu yang dimiliki tetapi belum diaktualisir, dengan demikian dapat berupa Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Keuangan atau juga sumber ”pasar“.
    2. Harus dipilih potensi yang paling mudah dan murah untuk dijadikan kekuatan nyata, karena itu harus dilakukan identifikasi potensi yang ada berupa infentarisasi dan klasifikasi
    3. Pada tahap awal, harus dihindari kebiasaan untuk berfikir ” apa yang seharusnya“, ”yang paling baik“, ”paling ideal“, tetapi dibiasakan unruk berfikir ”apa yang paling mungkin dapat segera dilakukan“, ”yang paling mungkin segera dilaksanakan“, dengan tetap melakukan proses inovasi
    4. Kemampuan menampung tanaga kerja disektor ekonomi rakyat apabila dikembangkan dan mendapat perhatian bersama, adalah sangat besar, karena banyak yang bersifat padat karya
    5. Industri perakitan elektronik kebutuhan publik, repair & maintenance, aplikasi teknologi sederhana, aplikasi teknologi tepat guna, apabila ditekuni memiliki prospek yang sangat cerah karena ”pasr“ di dalam negeri memang sangat besar
    6. Contoh berbagai kasus usaha kecil dan gerakan koperasi di Indonesia dan di Luar Negeri membangun kekuatan dengan mengembangkan potensi lingkungannya, potensi anggota koperasinya, sebagai berikut : (dialog).
  1. C. MEMANFAATKAN DAN MENGEMBANGKAN KEKUATAN JARINGAN
  1. Mengikuti dan terlibat dalam jaringan (networking) pada dasarnya adalah satu sikap pilihan untuk maju secara bersama-sama. Karena itu sikap saling mendukung, saling membesarkan, saling menguntungkan dan saling menghidupi harus menjadi prinsip dan pedoman kerjasaman dan persekutuan jaringan (networking colaboration)
  2. Kekuatan Jaringan Kerja (networking power) pada akhir-akhir ini sudah terbukti mampu memecahkan problem pemasaran di dunia ketiga, khususnya di Indonesia, hal ini terlihat dengan eksisinya model-model ”multi level marketing“. Model ini menjadi berkembang dengan pesat karena terasa adanya unsur keadilan dalam pembagian resiko dan keuntungan, adanya penghematan sumberdaya, dan efektifitas pencapaian sasaran
  3. Contoh berbagai kasus keberhasilan usaha kecil dan gerakan koperasi yang memanfaatkan dan mengembangkan jaringan usaha kecil dan koperasi di Indonesia dan Koperasi di luar negeri : (dialog)
  1. D. MENGEMBANGKAN MODEL PEMILIKAN MODAL BERSAMA (MMPMB)
  1. Model ini adalah terjemahan atau pengembangan dari konsep ”redistribusi asset“
  2. Karena asset yang harus dimiliki oleh suatu usaha cukup besar nilainya maka agar dapat terjangkau oleh kekuatan usaha kecil, maka asset tersebut didistribusi pemilikannya
  3. Modal usaha yang besar pada usaha yang prospektif, dibagi dalam sejumlah besar saham, kemudian ditawarkan dengan nominal kecil sehingga dapat dimiliki oleh pribadi / pemodal kecil
  4. Mengembangkan model ”go publik“ terbatas dilingkungan gerakan koperasi dan usaha kecil
  5. Mengumpulkan usaha kecil dengan mengumpulkan modal untuk mencapai tingkat usaha menengah dan besar
  6. Mengumpulkan usaha menengah dengan penggabungan usaha sehingga dapat menjadi usaha konglomerasi, yang lebih efisien dengan menjadi bagian dari jaringan kegiatan usaha kecil dan menengah
  7. Berbeda dengan model-model yang selama ini kita kenal yang orientasinya pada kekuatan finansial, model ini lebih bersifat komprehensif. Faktor SDM harus tetap lebih mendapat perhatian, meskipun dengan pertimbangan yang rasional
  8. Pemilikan modal bukan hanya dilihat faktor konstribusinya secara financial, tetapi lebih dititik beratkan untuk pengembangan kekuatan pasar, kaderisasi usaha nasional, pengembangan SDM dan fungsi-fungsi non financial lainnya
  9. Pertumbuhan usaha adalah ”akibat“, tidak boleh dijadikan ”sebab“, karena akan mengakibatkan sikap ”tujuan menghalalkan cara“ yang harus kita hindari secara bersama-sama.

BAB III

JANGAN ABAIKAN ETIKET

Memang, sejak jaman dulu sampai sekarang, saat jaman semakin penuh keterbukaan dan vulgar, ’etiket’ tetap diperlukan dalam pergaulan dimanapun. Etiket tetap dibutuhkan untuk menjaga sikap dan perilaku Anda dari hal-hal yang ”tidak pantas”. Karena etiket pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan dalam pergaulan agar semua pihak merasa nyaman.

Orang yang tidak mempedulikan etiket, biasanya menganggap etiket merupakan suatu stribut yang merepotkan hidup. Makanya orang yang tidak tahu ’etika’ umumnya bertingkah seenaknya, tidak tahu sopan santun, dan bicara semaunya. Mereka yang tidak mengenal etika merasa tidak perlu menghargai keberadaan orang lain dan menjalani hidup ini berdasarkan peraturan yang dibuatnya sendiri. Jadi nggak heran, mereka yang tidak tahu etika kerap disebut orang yang tak ’beradab’. Mereka yang tidak tahu etika tidak akan disukai dalam pergaulan, kecuali dalam pergaulan yang menganut lairan yang sama.

Dalam pergaulan dikantor, etiket mutlak diperlukan. Karena tentu saja lingkup pergaulan dikantor berbeda dengan pergaulan Anda di masyarakat atau di rumah. Di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap kepantasan seseorang dikator. Seakrab dan sedekat apapun hubungan Anda dengan rekan-rekan di kantor, Andapun tetap harus mengenal etiket. Misalnya Anda tetap harus memanggil embel-embel ’mas’ atau ’mbak’ kepada rekan kerja yang lebih tua. Sebutan ’bu’ atau ’pak’ juga wajib Anda ucapkan kalau memanggil bos atau atasan Anda, kecuali jika bos Anda tidak keberatan hanya dipanggil namanya. Minta ijin terlebih dahulu ketika masuk keruangan teman kerja Anda juga termasuk dalam etiket bergaul.

Begitu juga dalam berpakaian. Tentu, cara berbusana pada jamuan bisnis berbeda dengan cara berbusana ketempat hiburan seperti ke pantai. Jadi kesimpulannya etiket adalah pengetahuan yang mengatur oantas atau tidaknya Anda dalam segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antar manusia. Dan makin tinggi kedudukan atau posisi seseorang makin tinggi pula tuntutan untuk menjunjung etiket. Karena semakin tinggi posisi seseorang semakin luas pula lingkup pergaulannya. Sehingga mengharuskan ia mengetahui dan memahami etiket lebih dalam, sebagai modal pergaulannya.

Orang dengan kedudukan, posisi, dan jabatan yang tinggi, pergaulannya tidak terbatas pada keluarga, teman, dan masyarakat semata, tetapi biasanya sudah kepada urusan yang berbau bisnis. Dengan etiket yang baik, konon bias memperlancar urusan bisnis. Karena diantaranya etiket juga mengatur tata cara pertemuan bisnis, jamuan bisnis, dan tata cara melobi seseorang dan menjalin hubungan dengan klien.

Pendek kata, dengan etiket anda lebih mudah menyesuaikan diri dalam segala ’cuaca’. Dengan pengetahuan etikrt yang memadai, anda akan merasa lebih nyaman berada dalam pergaulan dimanapun dan dengan siapapun. Dengan demikian, anda tidak akan salah sikap, tiak salah tingkah dan mudah menyesuaikan diri, baik dalam hubungan pertemanan biasa, mauapundalam hubungan dan transaksi bisnis.

Anda yang bekerja di bidang jasa komersial seperti penerbangan, hotel, travel dan perbankan, etiket sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, jasa layanan kesehatan juga tak luput dari etiket. Coba saja anda lihat, seorang dokter praktek yang tahu etiket, misalnya selalu ramah kepada pasien, membuat pasien merasa betah dan nyaman. Akibatnya, dokter itu selalu kebanjiran pasien. Atau seorang pengusaha salon yang selalu melayani pelanggannya dengan baik, sudah pasti memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Jadi, selain membuat anda disukai dalam pergaulan, etiket juga dapat mendatangkan keuntungan lain dalam hidup anda.

Makanya kalau anda ingin menjadi orang yang disegani dikantor di mana-mana, jangan mengabaikan etiket. Tetapi kalau anda bertahan tanpa etiket, siap-siap aja nggak punya teman dan dikucilkan dari pergaulan.

KENALI ETIKET DI LINGKUNGAN KERJA

Dimanapun anda berada, anda tidak bisa melupakan etiket. Etiket atau sopan santun atu tata krama atau apalah namanya, pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan seseorang dalam bergaul agar semua merasa nyaman. Meskipun jaman sudah semakin edan dan vulgar, etiket tetap dipertahankan dalam interaksi dimanapun dan kapanpun anda berada.

Etiket bukan hanya mengatur kepantasan anda bersantap di meja makan, namun meliputi berbagai aspek kehidupan. Mulai dari cara menelepon, berkenalan, berbicara, bertamu, menjamu relasi bisnis sampai tata cara mengendarai mobil di jalan raya. Tentu saja, di kator anda harus mematuhi etiket. Semakin anda beretiket di kantor maka semain baik performa kerja dan profesionlitas anda.

Meskipun pada dasarnya etiket itu sama, namun etiket di lingkungan kerja lebih kompleks sifatnya. Banyak hal yang harus anda cermati, karena di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap anda di kantor. Nah kalu anda mau sukses berinteraksi dan disegani di kantor, ketahuinya dulu etiketnya.

Pahami dan hormati budaya perusahaan. Bila anda sudah memahami budaya kerja perusahaan atau cooperate culture, mulai dari sikap kerja, cara berbusana yang biasa berlaku di perusahaan tersebut maka hormati dan ikuti aturan mainnya. Kalau tidak mematuhinya ya siap-siap saja di cap “tidak tahu etika”.

Hormati senior anda. Sudah sepatutnya anda menghormati senior anda. Umumnya senior berperan penting karena selain sudah berpengalaman ia juga bias membantu dan mendidik junior yang bergabung di perusahaan. Pelajari sikap dan perilaku senior anda (yang baik) dan sesuaikan sikap anda pada tiap jenjang. Sekalipun anda merasa lebih mampu, jangan sepelekan senior. Bagaimanapun tetap ada yang perlu anda serap dari senior anda.

Jangan terlalu want to know. Sikap ingin tahu memang bagus dan perlu, tapi tentu saja yang berkaitan dengan masalah pekerjaan. Hindari sikap ingin tahu menenai urusan dan masalah pribadi orang lain. Berikan batasan yang jelas antra hubungan pribadi dan profesionalisme. Sikap kelewat “want to know” urusan pribadi orang lain akan mengganggu kinerja anda.

Hormati pendapat rekan kerja. Kenali perbedaan pandangan masing-masing rekan kerja anda dan jangan paksakan kehendak orang lain. Hormatilah setiap perbedaan yang ada. Yang penting perbedaan tersebut tidak sampai mengganggu stabilitas dan hubungan anda dengan rekan kerja. Justru dari perbedaan itu anda akan menemukan satu persamaan.

Penuhi tugas dan tanggung jawab kerja anda. Jangan sekalipun melimpahkan tugas anda kepada orang lain selama anda sanggup menyelesaikannya. Lagipula tentunya mereka telah memiliki tanggung jawab dan job deskripsi masing-masing. Seandainya anda ingin mendelegasikan tugas karena suatu hal, pastikan bahwa anda tidak mengganggu pekerjaannya. Demi keamanan, maka bicarakan dulu dengan rekan anda untuk mencapai solusi terbaik.

Sopan dengan semua rekan kerja. Bersikap sopan bukan hanya kepada atasan atau orang-orang yang anda anggap penting saja. Anda juga perlu menjada sopan santun kepada sesama rekan kerja maupun bawahan yang membantu kelancaran kerja anda. Anda harus bisa menghargai dan menghormati keberadaan seluruh personil di kantor anda.

Tidak aji mumpung. Jangan pernah mumpung di kantor. Misalnya dengan memanfaatkan peralatan kantor seenaknya atau menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Ingat, fasilitas yang diberikan oleh kantor harus anda manfaatkan untuk kepentingan kantor pula. Jabatan yang anda raihpun jangan sampai membuat anda “besar kepala“ dan semena-mena.

Nah bagaimana dengan anda? Sudahkan anda ber-etiket-ria di kantor? Yakin deh, dengan etiket anda akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam berbagai “cuaca“. Dengan pengetahuan dan bekal etiket yang anda miliki, anda merasa lebih nyaman dan mudah diterima dalam pergaulan di lingkungan manapun. So, kalau anda ingin disegani di kantor atau dimana saja, jangan abaikan etiket. Dampaknya tentu saja akan “memuluskan“ lajunya karir anda. Tapi kalau anda “nyeyel“ tidak mau beretiket di kantor, berarti anda harus siap dikucilkan dan terisolasi di kantor.

KENALI BAHASA TUBUH SAAT KERJA

Performance anda di kantor tidak hanya dipengaruhi oleh pembicaraan anda ataupun dari apa yang anda kenakan. Bahasa tubuh juga mempengaruhi performance anda secara keseluruhan. Karena secara tidak disadar, tubuh juga bisa menggambarkan kondisi perasaan anda yang sebenarnya.

Berbagai sikap, seperti cemas, ragu-ragu, malu dan takut, secara refleks bahasa tubuh anda akan mengungkapkannya, walaupun anda tidak mengatakannya. Lalu bagaimana sebaiknya basa tubuh yang benar? Kalau ingin tahu, di bawah ini adalah beberpa hal yang berhubungan dengan bahasa tubuh jika anda berhadapan dengan rekan kerja, boss atau siapa saja di kantor dalam suasana yang resmi.

Posisi saat bicara

Posisi anda berbicara dapat disesuaikan dengan kondisi dan kesepakatan bersma, bisa berdiri atau duduk. Namun, biasanya kalau anda hanay melakukan pembicaraan berdua dengan boss, duduk berhadapan akan lebih baik.

Namun kalau anda memimpin rpat dan berhadapan dengan banyak orang, berdiri akan lebih baik daripada duduk. Karena energi yang dimiliki seseorang saat bicara mengesankan lebih besar daripada berbicara sambil duduk. Di samping itu, berdiri mengesankan lebih berwibawa dan menguasi keadaan. Sedangkan sikap duduk terus menerus menunjukkan sikap yang defensif.

Bersikap tenang

Pandanglah lawan bicara anda dengan tenang. Usahakan menatap setiap orang dengan penuh perhatian. Jika lawan merasa diperhatikan, ia pun akan balik memperhatikan. Kontrollah nada dan cara bicara anda, jangan terlalu datar dan monoton karena akan membuat lawan anda bosan.

Tetapi juga jangan terlalu berapi-api, karena akan membuat lawan anda kesulitan mencerna pembicaraan anda. Selain itu anda akan mudah kelelahan. Saat anda harus mendengar, jangan mengetuk-ngetukan jari, menggaruk-garuk kepala, menggigit-gigit kuku atau menatap kesana kemari. Karena sikap seperti itu menunjukkan perasaan yang gelisah dan tegang.

Bebaskan bagian depan tubuh anda

Sikap tubuh yang terbuka menunjukkan kejujuran dan kredibilitas anda. Menutup mulut dan melipat tangan di perut menunjukkan kesan bahwa anda menutup diri dan melindungi diri dari sesuatu yang salah. Sedangkan bertopang dagu dan menguap mengesankan anda sedang tidak bersemangat, tidak antusias dan malas bertindak.

Pakailah busana sesuai kesempatan

Busana merupakan impresi pertama dari kepribadian anda. Ini juga berkaitan dengan bahasa tubuh anda. Busana yang anda kenakan menunjukkan sejauh mana anda melihat dan menghargai diri sendiri.

Umumnya lingkungan kantor menuntut anda untuk berbusana yang mencerminkan kemauan bekerja dan berprestasi. Pilihlah mode yang dapat diterima dalam lingkungan kerja dan kenakan pakaian dengan jenis bahan yang nyaman, sehingga anda dapat berkonsentrasi penuh pada pekerjaan.

Hindari pakaian dengan bahan terlalu panas, model yang minim, ukuran yang kedodoran atau terlalu sempit, dan warna-warna yang terlalu mencolok. Kalau anda tetap nekat memakai jenis pakaian ini, anda akan tampak aneh. Bahasa tubuh anda pun akan menunjukkan bahwa anda sedang merasa tidak nyaman. Sudah tahu kan bagaimana sebaiknya bahasa tubuh anda? Kalau ya, gunakan selalu bahasa tubuh yang mengesankan citra posisif anda di kantor.

TAMPIL BEDA DI DUNIA KERJA

Tujuan menciptakan ‘brand’ itu adalah menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki yang membuat anda tampak berbeda dengan lainnya. Bagaimana orang lain memandang diri anda sebagai sesuatu yang  menarik, ikuti beberapa saran berikut:

  • Ketahui tujuan hidup anda

Dengan mengetahuinya, anda bisa menyusun langkah satu persatu. Ini yang disebut mission statement.

  • Tegaskan keunikan yang anda miliki

Caranya, tulis kata sifat yang benar-benar anda sukai. Apa yang orang lain ingat akan diri anda. Dari sini anda akan mendapatkan brand value atau sifat-sifat yang membuat anda menarik.

  • Lakukan strategi

Setelah mengetahui tujuan hidup anda, tentu anda memiliki rencana untuk mewujudkannya menjadi sebuah tindakan nyata. Misalnya anda ingin menjadi seorang penulis, brand value anda adlaah ramah, kreatif dan persuasif.

  • Wujudkan dalam tindakan

Rencana tanpa tindakan sama saja bohong. Lakukan usaha untuk mewujudkan rencana dan angan-angan anda. Misalnya jika anda ingin menjadi penulis handal, asah dan galilah kemampuan anda. Anda juga bias mencari jalan dengan menghubungi orang yang bisa mengantarkan keinginan anda.

  • Terima kenyataan

Penampilan ikut menentukan sejauh mana anda bias melangkah. Jadi, tujuannya adalah tampil unggul diantara kalangan lain, misalnya tampil berbeda diantara teman sekantor.

  • Hidupkan merek anda

Kini saatnya menyiarkan ‘brand value’ anda secara halus kepada semua orang. Mulai dari bawahan, rekan sekerja sampai kepada atasan. Sampaikan bahwa anda kini memiliki keunikan dan cirri tersendiri yang membedakan anda dengan yang lain.

Apa pun pilihan anda artinya anda telah menentukan brand anda sendiri dan tak ada istilah benar atau salah. Yang pasti anda telah bersikap tegas untuk diri sendiri. Dengan kata lain, anda telah menciptakan diri anda sebagia seorang yang memiliki rasa percaya diri di tengah persaingan kerja dan persaingan pasar. Anda tak perlu mengikuti orang lain tetapi sebaliknya, anda bisa menjadi contoh bagi yang lain.

BAB IV

KARIR DI BIDANG JASA KOMPUTER

Era komputerisasi yang berkembang pesat dewasa ini menuntut pengembangan layanan pomrosesan data atau informasi melalui komputer. Berbagai usaha bidang bisnis perdagangan, perkantoran, telekomunikasi, pendidikan, penelitian (statistik), teknologi desain grafis dan lain-lain memerlukan keterampilan/keahlian komputer.

Sekolah (lembaga pendidikan formal) dan juga kursus-kursus serta pendidikan tinggi telah membuka peluang untuk meraih keterampilan/keahlian di bidang komputer. Bidang kerja di lingkungan perkantroan dan industri saat ini banyak membutuhkan tenaga-tenaga trampil dan juga keahlian-keahlian khusus yang terkait dengan komputer.

Usha jasa mandiri (kewiraswastaan) di bidang komputer juga banyak berkembang seperti : tenaga teknisi/service, pengetikan kata (surat, skripsi, buku, dll) desain grafis, rental komputer atau penjualan komputer dengan perlengakpannya. Karir di bidang jasa komputer membutuhkan variasi tingkat pengalaman dan keterampilan/keahlian yang dapat diperoleh dari kursus-kursus, program D1/D3, politeknik, strata satu dengan berbagai spesialisasi.

OPERATOR KOMPUTER

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan  : Data Entry, menguasai bahasa program ringan (Ms

Office), menguasai operating system.

  1. Minat                        : Senang mengoperasikan komputer dengan baik
  2. Nilai              : bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam pemasukan

data

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

1.  Seorang operator dibutuhkan untuk mengetik atau memasukan data sesuai dengan program yang ada pada perusahaan tersebut serta harus mempu menguasai menggunakan komputer terutama Microsoft Word, MS Exel, MS Power Point, guna untuk mengoperasikan komputer

2.  Pendapatan

Pendapatan seorang operator Rp. 750.000,- hingga Rp. 1.000.000,- perbulan, tergantung ia bekerja serta tergantung apakah ia seorang junior atau senior dan intansi ia bekerja.

3.  Sumber Informasi

Sumber informasi didapat bagi seorang Operator Media Massa (elektronik dan cetak), Depnaker.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan Pekerjaan Profesi
    1. Kemampuan mengioperasikan komputer (Microsift Word, MS Exel, MS power point)
    2. Mengetik lancar
    3. Menguasai operating system
    4. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Kemampuan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan komputer khususnya dalam File Seytem (dokumen surat menyurat)
      2. Dapat mengetahuai penggunaan komputer dengan baik
      3. Kepuasan psikologis bila berhasil dalam pengoperasian kerja dapat menyalurkan hobi yang didapat selama pendidikan
      4. Kepuasan finansial akan memperoleh penghasilan yang cukup tinggi
  1. Nilai dan Pekerjaan Profesi
    1. Dapat mengetik dengan lancar dan bekrja cepat untuk kelancaran pekerjaan perusahaannya
    2. Senang menggunakan mengoperasikan komputer
    3. Pendidikan

Pendidikan minimal SMA (kursus programmer komputer kurang lebih 3 bulan), Diploma III komputer, S1 jurusan komputer.

  1. Kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
    1. Kesadaran yang tinggi akan tugas dan tanggung jawab sebagai operator apa yang telah dibuat ataupun menguji coba apakah berhasil dan apakah dapat dibutuhkan untuk menghasilkan omset perusahaan
    2. Kematangan emosional yang cukup
    3. Kematangan social dalam proses berkomunikasi
    4. Jenis dan Tingkat Jabatan

Jenis jabatan berupa keahlian dalam proses mengetik dan menguasai komputer, seorang operator yunior keoperator senior dapat meningkatkan jabatannya sebagai programmer namun ia haruslah melanjutkan kembali ke jenjang sarjana komputer.

  1. Tugas dan Tanggung Jawab kerja/profesi
    1. Dapat mengerti dan menggunakan komputer dengan lancar
    2. Dapat melaksanakan tugas yang baik dan cepat/cekatan
    3. Dapat mengembangkan diri untuk maju kejenjang tingkat yang lebih tinggi
    4. Kondisi pekerjaan

Bagi seorang operator komputer bertanggung jawab terhadap data-data yang di entry

  1. Lapangan pekerjaan

Seorang operator komputer dapat berkerja pada badan pemerintahan atau pun swasta. Dan lapangan pekerjaan sudah sangat luas.

10.  Peralatan kerja

Seperangkat komputer (komputer, printer, scanner) serta alat penunjang kantor (kertas untuk print, tinta printer, pensil, bal point, contnouns forum).

PROGRAMER KOMPUTER

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan    : mengasalisis data, menguasai bahasa program, menguasai

design system, menguasai operating system

  1. Minat  : senang mengikuti perkembangan komputer baik hadware

dan software. Serta mengoperasikan komputer.

  1. Nilai                : senang mengikuti informasi kemajuan teknologi informasi

dan bertanggung jawab untuk mengembangkan software.

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Seorang programmer dibutuhkan untuk merancang atau membuat program yang diberikansdari seorang sytem analis system serta harus mampu menguasai bahasa program guna utnuk menulis pettunjuk yang detail yang digunakan dalam komputer seperti basic, cobol, Fourth Generation Languages (4GL), Fortan, pascal C, Dos atau Artificia itelefencee. Seorang programmer pun harus dapat mengembangkan software yang dipakai dalam pemesanan terhadap suatu perusahaan atau instansi yang membutuhkan.
  2. Pendapatan

Pendapatan seorang programmer RP. 1.000.000,- hingga Rp. 7.000.000,- berbulan, tergantung ia berkerja serta tergantung apakah ia seorang junior programmer atau senior programmer.

  1. Sumber Informasi

Sumber infromasi di dapat bagi seorang programmer majalah, internet, alamat perusahaan software, Depnaker, universitas jurusan komputer. Namun pada saat ini seorang programmer komputer punsudah banyak dibutuhkan baik di perusahaan swasta maupun disuatu departemen apalagi saat ini sudah diadakan otonomi daerah.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi

a         Membuat program software

b        Mengerti bahasa program

c         Mengambangkan software yang sudah pernah dibuat

d        Mampu menulis petunjuk operator yang akan menjalankan program

e         Menguasai operating system

f         Menguji hasil apakah program berhasil

g        Kemampuan mengoperasikan komputer

  1. Minat dan pekerjaan profesi
    1. Dapat mengikuti perkembangan tentang hardware dan software
    2. Senang mencari hal-hal yang baru tentang komputer dan mengembangakan software yang pernah dibuatkan
    3. Dapat mengetahui hardware yang baik
    4. Kepuasan psikologi bila berhasil membuat program lalu dapat digunakan disuatu perusahaan/instansi
    5. Kepuasan finansial karena memperolah penghasilan yang cukup
    6. Nilai dan pekerjaan profesi
      1. Dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi tentang hardware dan software
      2. Senang menggunakan internet
      3. Pendidikan

Pendidikan SMA (kursus programmer computer kurang lebih 3 bulan). Diploma III komputer, S1 jurusan komputer. Namun bagi seorang programer yang lulusan SMA biasanya ia melanjutkan pendidikannya sambil bekerja untuk jenjang karirnya.

  1. Kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
    1. Kesadaran yang tinggi akan tugas dan tanggung jawab sebagai programmer apa yang telah dibuat ataupun menguji coba apakah berhasil dan apakah dapat dibutuhkan untuk menghasilkan omset perusahaan.
    2. Kematangan emosional yang cukup
    3. Kematangan social dalam proses berkomunikasi
    4. Jenis dan tingkat jabatan

Jenis jabatan berupa keahlian dalam proses membuat program dan menguasai bahasa program, seorang programmer yang masih lulusan SMA haruslah melanjutkan kembali kejenjang sarjana computer, dan menjadi analis sytem

  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi
    1. Dapat mengerti dan menggunakan bahasa komputer yang dikenal oleh program komputer atau software
    2. Dapat menguji ulang apa yang telah dibuat
    3. Dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh seorang analisis sytem dimana sytem tersebut dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau dapartemen.
    4. Dapat mengembangkan spftware yang telah dibuat
    5. Dapat mengoperasikan komputer
    6. Kondisi pekerjaan

Bagi seorang programer komputer dalam bekerja normal, bekerja lembur dalam menyelesaikan proyek software yang sedang dibutuhkan oleh karena itu kebutuhan komputer semakin meningkat dimasa datang sebagai akibat dari otomatisasi hampir seluruh perusahaan dan instansi, dua bidang yang berkembang sangat cepat adalah komunikasi data dan komputer LAN, komputer web base.

  1. Lapangan pekerjaan

Seorang programer komputer dapat berkerja pada badan konsultan atau proyek pendek. Dan lapangan pekerjaan sudah sangat luas seperti perusahaan software, organisasi penelitian, pabrik robot, PT, pusat proses data, bidang bisnis, bank, pabrik computer, lembaga pendidikan, pedagang masin-mesin dan perlengakapan, Pemda, Departemen, Rumah Sakit, Hotel, BUMN.

10.  Peralatan kerja. Hardware lengkap, software, disket, CD Room, online internet, peralatan jaringan.

WORD PROSESSOR

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : membuat penulisan dan melakukan pengolahan kata serta

melakukan proses pengeditan

  1. Minat              : suka akan bidang penulisan dan pengetikan
  2. Nilai                : kepekaan dan kepedulian terhadap bentuk penulisan
  3. B. INFORMASI KARIR

Umum

Word processor dibutuhkan untuk berbagai bidang penulisan atau jurnalisme seperti media cetak, penerbit dan sebagainya.

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi
    1. Kemampuan melakukan pengetikan
    2. Kemampuan melakukan penyutingan naskah
    3. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Membuat tampilan naskah yang diketik agar lebih menarik
      2. Menyusun penulisan yang lebih menarik untuk dibaca orang lain
      3. Nilai dan pekerjaan profesi
        1. Peka terhadap kerapian naskah
        2. Kecepatan dan ketepatan di dalam melakukan pengeditn atau penyuntingan
        3. Gaji Rp. 500.000,- – 1.000.000,-
        4. Peduli terhadap kerapian naskah bentuk layout tulisan
  1. Memiliki tingkat kemampuan operator
  2. Menguasai aplikasi computer untuk pengolahan kata seperti: Word, Word perfect, Page Maker, dan sebagainya
  3. Hubungan pendidikan dan pekerjaan
    1. Minimal lulusan SMU
    2. Lulus pendidikan operator komputer
    3. Jenis dan tingkat jabatan
    4. Tugas dan tanggung jawab profesi
      1. Bertanggung jawab terhadap pengetikan
      2. Bertanggung jawab terhadap bentuk format tampilan hasil tulisan yang telah diketik
      3. Bertanggung jawab terhadap penyuntingan hasil pengetikan untuk mendapatkan hasil penulisan yang maksimal
      4. Kondisi pekerjaan
        1. Dapat dilakukan di kantor dalam tugasnya sebagai karyawan atau dilakukan dirumah sebagai tugas sambilan
        2. Membutuhkan ketelitian, kecermatan serta ketekunan

10.  Membutuhkan peralatan kerja berupa komputer yang memiliki aspirasi pengolahan kata

11.  Memerlukan ruang kerja yang memiliki cukup pencahayaan karena jenis pekerjaan ini sangat tergantung terhadap kondisi kesehatan mata

SPESIALIS CAD

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : mempunyai kemampuan mendesain gambar dengan

menggunakan computer sebagai pengganti kertas, pensil, dan alat tradisional lainnya.

  1. Minat              : suka akan menggambart serta mengoperasikan komputer
  2. Nilai                : bertanggung jawab untuk mengembangkan desain yang

membutuhkan serta merancang dari spesifikasi desainer lainnya

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Spesialis CAD dibutuhkan untuk merancang segala tipe serta dapat bekerjasama dengan insinyur
  2. sumber informasi dari surat kabar, Depnaker, dan lembaga swasta (terkadang pada sekolah kejuruan yang membuka program ini juga)

Persyaratan

  1. Kemampuan dan pekerjaan profesi
    1. Kemampuan merancang sedain sesuai dengan teknis untuk industri yang spesifik
    2. Kemampuan mengoperasikan komputer serta menggunakan perangkat hardware dan software sebagai penunjang
    3. Bekerja sama dengan insinyur
    4. Minat dan pekerjaan profesi
      1. Suka melakukan experimen untuk menghasilkan rancangan
      2. Profesi yang berkenan dengan minat yang sama seperti desainer, programer
      3. Kepuasan psikologis bila dapat membuat rancangan dan rancangan tersebut diakui kemudian dipakai
      4. Kepuasan finansial karena memperoleh panghasilan yang cukup
      5. Nilai dan pekerjaan profesi

a. keperdulian pengembangan rancangan tangan/desain

  1. Pengalaman bekerja

Pada saat turunya harga program komputer dan sistem CAD akan semakin banyak industri yang akan menggunakan jasa spesialis CAD juga pabrik pembuat robot punya tuntutan besar untuk menggunakan jasa spesialis CAD

  1. Segi kepribadian diri dengn pekerjaan profesi

Mempunyai tanggung jawab utuk mengembangkan desain

  1. Hubungan pendidikan dengan pekerjaan
    1. Lulusan SMU segala jurusan dan mampu dalam merancang mendesain serta menguasai CAD
    2. Lulusan perguruan tinggi, institusi teknis serta menguasai sistem CAD
    3. Jenis tingkat jabatan

Spesialis CAD dapat dipromisikan menjadi supervisor atau manajer dengan tambahan pengalaman, pelatihan dan pendidikan

  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi

Deskripsi pekerjaan

Perancngan yang menyiapkan ilustrasi teknis dengan memakai komputer

Tugas dan tanggung jawab

Spesialis CAD bertanggung jawab mengembangkan desain yang sebenarnya atau dibutuhkan untuk merancang dari spesifikasi desain lainnya. Mereka sering bekerja sama dengan insinyur untuk mengembangkan spesifikasi untuk berbagai macam sistem, alat atau struktur.

  1. Kondisi pekerjaan

Bertugas/bekerja perusahaan yang membutuhkan spesialis CAD jam kerja spesialis CAD biasanya normal, bekerja lembur bila untuk menyelesaikan tugas dead line.

10.  Spesialis CAD dapat juga berkaitan dengan organisasi profesi bidang rancangan

11.  Peralatan kerja seperti: komputer lengkap, digitizer, graphic table, cursor PAD, Platter

12.  Ketentuan praktek profesi

Spesialis CD baru memasuki lapangan kerja yang sebelumnya menjadi traince dan akan berkembang menjadi spesialis CAD pada perusahaan sama atau pada jabatan yang sama pada perusahaan.

PENGAJAR KOMPUTER

  1. Deskripsi kerja

Uraian tugas dan tanggung jawab:

  1. Mengajar materi sesuai dengan kurikulum
  2. Melatih siswa dalam mengoperasikan atau software
  3. Mengambati siswa pada saat praktek di ruangan komputer
  4. Melaporkan kerusakan-kerusakan pada komputer
  5. Memberikan laporan perkembangan siswa
  6. Wajib mengikuti rapat mingguan berisi pendalaman materi untuk menembangkan kurikulum
  7. Persyaratan jabatan
    1. Mempunyai kemampuan mengajar

Pengajar harus menjelaskan hal teknis dengan cara yang dipahami siswa sehingga tertarik dengan banyak bertanya dan memahami materi yang diajarkan

  1. Mempunyai kemampuan penguasaan komputer
  2. Minimal lulusan D3 pendidikan komputer
  3. Kesempatan kerja
    1. Sekolah dari tingkat TK sampai SMU
    2. Kantor
    3. Rumah klien
    4. Tempat kursus komputer

SPESIALIS DOKUMENTASI TEKNIS (SDT)

  1. A. KONSEP ATRIBUT INDIVIDU
    1. Kemampuan   : memiliki pengetahuan yang luas mengenai pedoman

hardware dan software akan membuatnya lebih mudah

dalam mempersiapkan dokumentasi

  1. Minat              : suka akan bidang komputer dan suka menterjemahkan

gaya-gaya bahasa yang sukar dimengerti kebahasa yang

mudah dimengerti

  1. Nilai                : mempunyai ketermapilan dan ketangkasan yang diperoleh

melalui latihan dan praktek

  1. B. INFORMASI KARIR

Umum

  1. Menjadi spesialis dokumentasi teknis sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam dunia kerja
  2. Sumber infromasinya dari perusahaan komputer dan perkantoran yang selalu berhubungan dengan pengoperasian komputer

Persyaratan

  1. Kemampuan dan perkejaan profesi
    1. penulisan aktual dari dokumentasi
    2. mempunyai pengetahuan dibidang komputer
    3. memiliki keahlian untuk bekerja pada bagian atau tekniknya
    4. menterjemahkan informasi kepada bahasa yang dapat dimengerti
    5. Minat dan pekerjaan profesi
      1. suka menulis pedoman-pedoman, instruksi-instruksi operasi dan dokumen-dokumen lain untuk hardware dan software
      2. profesi lain yang berkenaan dengan minat yang sama seperti: penulis teknis, insinyur, programer, dan orang-orang tenik lainnya
      3. kepuasan psikologi/batin bila melakukan riset untuk memprogram lebih banyak tentang subyek yang lebih spesifik akan membuatnya leibhy mudah dalam menyiapkan dokumentasi.
      4. Kepuasan sosial karena peran profesi dihargai oleh masyarakat
      5. Kepuasan finansial karena memperoleh pendapatan kerja yang lebih memadai
      6. Nilai dan perkejaan profesi
        1. kepedulian pengetahuan tinggi dan ketulusan hati menjelaskan tentang penggunaan komputer
        2. kepedulian akan hidup senang
        3. Pengalaman kerjad di perusahaan komputer, diproyek tekhnik dokumentesi dan perkantoran yang berhubungan dengan komputer
        4. Segi kepribadian diri dengan pekerjaan profesi
          1. kesadaran menulis dan menterjemahkan gaya-gaya bahasa yang sukar untuk masyarakat umumnya
          2. kematangan emosional bila mendapat kritik dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
          3. Hubungan pendidikan dan pekerjaan
            1. lulusan college dan dominan yang diprioritaskan termasuk seni liberal, ilmu computer, komunikasi atau bahasa inggris
            2. lulusan universitas dan pilihan yang baik untuk jabatan di dalam seni liberal, ilmu computer, komunikasi atau bahasa inggris
            3. Jenis dan tingkat jabatan
              1. jenis jabatan berupa pengetahuan dibidang komputer, kemampuan menulis dan kemampuan berkomunikasi atau bahasa inggris, sedangkan tingkatnannya manajer dan editor
  1. Tugas dan tanggung jawab kerja/profesi
    1. deskripsi pekerjaan meliputi menulis pedoman-pedoman, instruksi-instruksi operasi dan dokumen-dokumen lain untuk hardware dan software
    2. tugas dan tanggung jawab kerja meliputi: menterjemahkan gaya-gaya bahasa yang sukar dimengerti kebahasa sehari-hari yang mudah dimengerti
    3. spesialis dokumentasi teknis bekerjasama dengan programer, inisnyur dan orang-orang teknik untuk mempelajari semua hal tentang program software, agar bisa melakukan riset untk memprogram lebih banyak tentnag subjek spesifik dari program tersebut
    4. Kondisi pekerjaan
      1. bertugas diperusahaan komputer yang sangat dibutuhkan masyarakat
      2. membuka tempat kursus yang selalu stand by baik pagi, siang maupun malam

10.  Pekerjaan spesialis dokumentasi teknis berkaitan dengan programer, insinyur, dan orang-orang teknik

11.  Peralatan kerja seperti komputer, alat-alat tulis, copy, katalog software, dan bahan-bahan promosi penjualan, periklanan

12.  Keterangan profesi, dimana lulus studi di universitas/lulusan bachelor dalam ilmu komputer, seni liberal, komunikasi atau bahasa inggris sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dan perkantoran

Perihal

me and my mind

Ditulis dalam kuliah
One comment on “BIMBINGAN KARIR
  1. widoy mengatakan:

    help[ful bgt.

    thx.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman
Oktober 2009
S S R K J S M
« Mei   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Blog Stats
  • 90,901 hits
Flickr Photos
Metallic

El Arco - The Arch

Feeling Emotional

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: