Diskusi dan Simulasi

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Belajar merupakan proses pembentukan karakter keilmuan seseorang, membangun sense of sciens dari dasar sampai tahap ahli, yang dapat dilihat dari perubahan bertahap yang dialami seseorang yang melakukan kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh seorang anak yang dapat berjalanan membutuhkan proses pembelajaran untuk dapat mencapai tahap bisa melakukan, dimulai dari belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan bahkan sampai bisa berlari. Selain itu belajar dapat dilakukan sepanjang masa, tidak mengenal usia, waktu dan tempat, bersifat relative dan mengalami perubahan defenisi dari masa kemasa, namun demikian semua itu memiliki maksud yang sama, adapun perbedaan yang terjadi dikarenakan latar belakang dan budaya yang berbeda dari para ahli.

Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa metode yang digunakan dalam mentransfer materi baik dari guru kesiswa, ataupun dari siswa itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah metode diskusi dan simulasi, kedua metode tersebut merupakan metode pembelajaran yang cukup tua, mengingat telah digunakan sejak lama yang selanjutnya dimasukan sebagai salah saru metode dalam proses pembelajaran. Kedua metode tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain, namun demikian juga memiliki kelebihan tergantung situasi dan kondisi saat proses pembelajaran sedang berlangsung, sehingga sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.

Pentingnya metode pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk menunjang keberhasilah dalam kegiatan pembelajaran, berikut kami paparkan beberapa ulasan mengenai metode pembelajaran diskusi dan simulasi


2. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

a. Memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Pendidikan

b. Mahasiswa dapat memahami tentang metode pembelajaran diskusi dan simulasi

c. Dapat dijadikan referensi dalam kegiatan pembelajaran

3. Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan diskusi dan simulasi ?

b. Apa manfaat dari metode pembelajaran berbasis diskusi dan simulasi

c. Bagaimana karakteristik metode pembelajaran diskusi dan simulasi?

B. KAJIAN TEORI

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, diskusi diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif.

Floyd Jerome Gould (dalam buku Introductory Science, 1993):
“The basic idea of simulation is to build an experimental device, or simulator that will ‘actlike’ (simulate) the system of interest in certain important aspect in a quick, cost effective manner.

Sandi Setiawan (dalam buku Teknik Pemrograman, 1991):
“… proses perancangan model dari suatu sistem nyata dan pelaksanaan eksperimen-eksperimen dengan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku system.

Definisi 1.1 (Banks (Banks 1998)). Simulasi adalah tiruan dari proses dunia nyata atau sistem. Simulasi menyangkut pembangkitan proses serta pengamatan dari proses untuk menarik kesimpulan dari sistem yang diwakili.

Definisi 1.2 (Nailor (1966) dalam Rubinstein & Melamed (Melamed 1998)). Simulasi adalah tehnik numerik untuk melakukan eksperimen pada komputer, yang melibatkan jenis matematika dan model tertentu yang menjelaskan prilaku bisnis atau ekonomi pada suatu periode waktu tertentu.

Definisi 1.3. Simulasi adalah tehnik untuk membuat konstruksi model matematika untuk suatu proses atau situasi, dalam rangka menduga secara karakteristik atau menyelesaikan masalah berkaitan dengannya dengan menggunakan model yang diajukan

C. PEMBAHASAN

1. Diskusi

a. Pengertian

Dalam suatu kelas seorang guru memberikan perta nyaan kepada siswa dalam bentuk ujian tertulis yang dapat diselesaikan bersama siswa yang lain. Awalnya masing-masing siswa memilih mengerjakan sendiri persoalan yang ada. Lalu lambat laun kerumitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan pekerjaan semakin terasan menyusahkan, sehingga beberapa siswa mengambil kesempatan aturan penyelesaian soal oleh guru dengan membicarakan permasalahan bersama-sama dalam satu forum diskusi. Yang cukup menarik, ternyata persoalan tadi dapat diselesaikan dengan cepat. Rupanya antara siswa yang ada, memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami persoalan yang diberikan oleh guru, sehingga dengan menyatukan beberapa pendapat dan pemahaman yang mereka miliki, mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan, dan menariknya bahwa selepas melakukan diskusintersebut, kapasitas pemahaman mereka terlihat sama.

Bila kita melihat peristiwa diatas, maka akan kita temui beberapa hal terkait bagaimana para siswa dapat menyelesaikan masalah yang diberika oleh guru, yaitu bagaimana mereka menyelasaikan masalah tersebut, dan apa akibat yang ditimbulkan pasca mereka menyelesaikan masalah? Sudah tentu mereka menggunakan metode diskusi dalam menyelesaikan permasalahan, dan menariknya, bahwa kapasitas pemahaman merekan terlihat sama. Hal ini membuktikan bahwa terjadi proses pembelajaran ketika diskusi sedang berlangsung, adanya interaksi antara siswa yang satu dan yang lain, membawa siswa dalam melengkapi pemahaman (ilmu) yang dijabarkan dari siswa yang lainnya. Disini dapat dikatakan bahwa diskusi merupakan salah satu metode pembelajaran.

Diskusi diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif. Selain itu Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran bagi guru, dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah

b. Jenis-Jenis Diskusi

Jenis-jenis diskusi yang sering dilakukan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

1) Buzz Group

Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi

2) Fish Rowt

Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta, seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula.

3) Whole Group

Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota.

4) Syndicate group

Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut.

5) Brainstorming.
Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. di bawah seorang ketua. Semua ide >ang sudah masuk dicatat. untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan.

6) Informal debate

Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis, tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel.

7) Colloqinin
Merupakan suatu kegiatan dimana siswa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan. selanjutnya mengandung pertanyaan-pertanyaan tambahan dari siswa yang lain. Pelajaran dengan maksud untuk memperjelas bahan pelajaran yangtelah diterima.

Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak:

1) memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa

2) memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya

3) mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai

4) membantu siswa belajar berpikir secara kritis

5) membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman

6) membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah

7) mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:

1) Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan.

2) Guru menjelaskan tujuan diskusi.

3) Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.

4) Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.

5) Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.

6) Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.

7) Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem.

8) Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.

9) Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.

10) Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan.

Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:

1) Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.

2) Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.

3) Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.

4) Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.

5) Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.

6) Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat.

7) Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.

8) Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.

9) Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.

10) Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

c. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Diskusi

Beberapa kelebihan dalam penggunaan metode diskusi dalam kegiaatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.

2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.

3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.

4) Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.

5) Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.

6) Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.

7) Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.

8) Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.

9) Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.

10) Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.

Sedangkan kelemahan diskusi ketika digunakan dalam metode pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

2) Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.

3) Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.

4) Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.

5) Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.

6) Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.

2. Simulasi

a. Pengertian

Simulasi adalah suatu peniruan sesuatu yang nyata, keadaan sekelilingnya (state of affairs), atau proses. Aksi melakukan simulasi sesuatu secara umum mewakilkan suatu karakteristik kunci atau kelakkuan dari sistem-sistem fisik atau abstrak.

Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta ( ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalam contoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya.

Lalu kapankah kita membutuhkan metode simulasi dalam proses pembelajaran,

1. Ketika model sangat rumit dengan banyak variabel dan komponen yang saling berinteraksi.

2. Ketika hubungan antar variabel tidak sejalan

3. Ketika model memiliki variasi yang acak

4. Ketika keluaran dari model akan divisualisasikan kepada audience.

Selanjutnya adalah tahapan simulasi:

1. Memahami sistem yang akan disimulasikan

2. Mengembangkan model matematika dari sistem

3. Mengembangkan model matematika untuk simulasi

4. Membuat prgram (software) komputer

5. Menguji, memverifikasi, dan memvalidasi keluaran komputer

6. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu

b. Manfaat dan Tujuan

Manfaat penggunaan simulasi dalam metode pembelajaran adalah sebagai berikut :

1) Pilihan tepat.

2) Pengaturan waktu.

3) Mencari penyebab.

4) Eksplorasi kemungkinan.

5) Pemahaman Sistem.

Tujuan Simulasi & Pemodelan

1) Untuk mempelajari “behaviour sistem

2) Mengembangkan pengertian mengenai interaksi bagian-bagian dari sebuah sistem, dan pengertian mengenai sistem secara keseluruhan.

3) Untuk pelatihan / training

4) Untuk hiburan / permainan (game)

c. Contoh Simulasi

Beberapa aplikasi yang menggunakan metode simulasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :

1. Simulasi terbang

2. Simulasi sistem ekonomi makro

3. Simulasi sistem perbankan

4. Simulasi antrian layanan bank

5. Simulasi game strategi pemasaran

6. Simulasi perang

7. Simulasi mobil

8. Simulasi tata kota

D. PENUTUP

1. KESIMPULAN

a. Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran bagi guru, dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah

b. Simulasi adalah suatu peniruan sesuatu yang nyata, keadaan sekelilingnya (state of affairs), atau proses. Aksi melakukan simulasi sesuatu secara umum mewakilkan suatu karakteristik kunci atau kelakkuan dari sistem-sistem fisik atau abstrak.

c. Kedua metode diatas merupakan beberapa metode pembelajaran yang sering digunakan dalam kegeiatan pembelajaran. Metode diskusi lebih menekankan pada keaktifan individu dalam suatu kelompok ketika menyelesaikan permasalahan (belajar). Sedangkan metode pembeajaran simulasi dominan pada presentasi didepan audience dengan membawakan materi dalam bentuk simulasi.

2. SARAN

Setiap metode pembelajaran memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda-beda, baik digunakan pada situasi dan kondisi tertentu. Jadi gunakanlah metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi serta materi yang disampaikan


DAFTAR PUSTAKA

_______, 2006, Simulasi, http://id.wikipedia.org/wiki/Simulasi

_______, 2007, Metode Diskusi Dalam Pembelajaran

http://pakdesofa.blog2.plasa.com/belajar20mengajar/tag/pembelajaran

_______, 2007, Diskusi-Kelompok-Terbimbing-Model-Tutor-Sebaya

http://sawali.info/2007/12/29/diskusi-kelompok-terbimbing-model-tutor-sebaya/

Kiranawati, 2007, Metode Diskusi ,

http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/26/metode-diskusi/

Teaching Techniques, Clarence H. Benson, , halaman 26 – 28, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1986

_______, 2006, Diskusi ,

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembicaraan:Diskusi&action

_______, 2008, Metode Diskusi

http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/01/metode-diskusi/

_______, 2008, Kumpulan Metode Pembelajaran

http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/kumpulan-metode-pembelajaranpendampinga.html

_______, 2007, System Simulasi Dan Pemodelan

www.dwi-stiawati.web.id

Simulasi: Teori dan Aplikasinya, Bonett Satya L. Djati, edisi 1, ANDI Yogyakarta.

Discrete-Event System Simulation, J. Banks, J. Carson, B. Nelson, D.Nicol, 3rd edition, Prentice Hall, 2001.

Suharianto, 2007, Tugas Resum Metode Simulasi.pdf. Bandung

About these ads
Perihal

me and my mind

Ditulis dalam kuliah
4 comments on “Diskusi dan Simulasi
  1. Asnawin mengatakan:

    mohon ijin tulisan ini saya copy untuk bahan kuliah dan ngajar, trims

    • myblogmyown mengatakan:

      Silahkan tidak apa-apa. Blog ini memuat informasi yang dapat Anda cari. Bila masih terdapat kesalahan atau kekurangan saya mohon maaf.

  2. cucu suhendar mengatakan:

    Kenapa tidak ada nama penulisnya???
    saya membutuhkannya untuk daftar pustaka di SKRIPSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Blog Stats
  • 90,640 hits
Top Clicks
  • Tidak ada
Flickr Photos
Renewal

Drinker moth caterpillar

Sirmione

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: